Ini Klarifikasi Bendesa Adat Pagi soal Penolakan Kunjungan Sandiaga Uno

Tampak tengah memberikan penjelasan dihadapan Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada serta sejumlah komisioner Bawaslu klarifikasi terkait penolakan kunjungan Cawapres Sandiaga Uno (foto – ist)

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Adanya surat  penolakan kunjungan calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno oleh Krama Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, ditindaklanjuti langsung oleh Bawaslu Tabanan. Selasa (26/2/2019) untuk dimintai klarifikasi terkait aparat desa yang menandatangani surat penolakan.

Sejumlah dari perangkat desa di Desa Pekraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel seperti Bendesa Adat Pakraman Pagi I Wayan Yastera, Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan dan Kelian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya tampak tengah memberikan penjelasan dihadapan Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada serta sejumlah komisioner Bawaslu.

Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada menjelaskan pemanggilan para perangkat desa pekraman Pagi ini untuk dimintai penjelasan terkait alasan pembuatan surat penolakan kunjungan Cawapres nomor urut dua, Sandiaga Uno ke subak Ganggangan, Desa Senganan. Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, Bawaslu belum bisa memutuskan apakah hal itu dianggap melanggar atau tidak, karena masih harus dikaji lebih mendalam terkait pasal yang dilanggar.

“Saat ini hanya sebatas klarifikasi pihak pihak yang terlibat dalam surat tersebut. Hasilnya akan kita bahas dalam tim di bawaslu. Jadi masih proses pengumpulan hasil kelengkapan klarifikasi yang akan dijadikan dasar apakah ada pelanggaran atau tidak,”kata Made Rumada.

Dikatakan dari penjelasan pihak desa menegaskan hal itu bukanlah sebuah penolakan kunjungan melainkan masyarakat belum siap menerima calon karena tidak ada surat pemberitahuan dan sifatnya mendadak, ditegaskan lagi masyarakat tidak ada yang menolak hanya saja belum siap, “Masyarakat merasa kaget juga mendapat rencana kunjungan, dan tidak tahu menahu tentang surat itu,”pungkas Rumada.

Sementara itu menurut Bendesa adat Desa Pakraman Pagi, I Wayan Yastera menegaskan, dirinya beserta krama Desa Pakraman Pagi tidak ada menolak kedatangan Cawapres Sandiaga Uno ke Desa Pakraman Pagi. Hanya saja ia mengaku krama tidak siap menerima lantaran ada kegiatan adat dan untuk menjaga situasi Desa Pakraman Pagi menjadi kondusif. “Bukan menolak tapi karena ada kesibukan adat sehingga kami tidak siap menerima agar situasi Desa Pakraman Pagi menjadi kondusif, dan tidak ada tekanan dari manapun,” ungkap Yastera.

“Diungkpanya lagi jika kesibukan di adat sudah selesai pihaknya siap menerima kedatanganya, karena ini murni karena kesibukan adat,”tegas dia.

Yastera menambahkan jika dirinya tidak mendapatkan surat terkait kedatangan Sandiaga Uno. Ia justru mendapatkan informasi via telepon dari tim Cawapres Sandiaga Uno.”Kami tidak menerima surat hanya mendapatkan informasi dari TIM Cawapres pada Rabu lalu,”terangnya.

Seperti diketahui Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno membatalkan kunjungannya ke Desa Pakraman Pagi, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Ia membatalkan rencana itu untuk menjaga suasana kondusif karena sebelumnya beredar adanya surat penolakan kunjungannya.(ka)

Berita Terkait
error: Konten ini terlindungi.