GMNI Ambon Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT dan NTB

GMI Ambon Galang Dana untuk Korban Bencana di NTT dan NTB

AMBON, MEDIAPELANGI.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Ambon turun ke jalan menggalang dana untuk korban bencana di NTB dan NTT sebagai bentuk rasa kemanusiaan untuk saling bahu-membahu sebagai sesama anak bangsa serasa sepenanggungan dalam menghadapi musibah ini.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Ambon Adi Tebwaiyaan mengatakan, sudah dua hari pihaknya bersama pengurus dan kader dewan pimpinan cabang sampai ke tingkat komisariat mengadakan penggalangan dana dengan cara turun ke jalan, dengan menggerakan semua elemen kekuatan yang ada.

“Kita mengambil langkah kongkrit untuk turun ke jalan, karena saudara-saudara kita di NTT dan NTB tentu membutuhkan bantuan moril maupun materil, maka kita berusaha untuk meringankan beban dan ada di sekitar mereka melalui bantuan yang kita galang dari rakyat, sebab yang kita prioritaskan saat ini adalah pulih dari berbagai bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini,” ungkap Adi.

Sementara itu Hasan Basrie Kwairumaratu selaku Sekretaris Cabang GmnI Ambon mengucpakan terima kasih kepada warga kota Ambon yang sudah memberi, sehingga penggalangan  dana berjalan dengan baik.

Aksi kemanusian ini juga dilaksanakan karena azas GmnI mendeskripsikan sudah sangat jelas bahwasanya tujuan organisasi adalah sebagaimana untuk kepentingan rakyat, sehingga GmnI Ambon sudah seharusnya kembali dalam menentukan sikap serta keteguhan hati dalam memperjuangkan dan membantu masyarakat kecil terutama mereka yang mengalami bencana.

“Alhamdulillah aksi kemanusian ini berjalan lancar, masyarakat kota Ambon banyak yang memberikan sumbangan, masih banyak orang baik di Kota ini. Ini juga merupakan implementasi dari nilai-nilai marhaenisme yang terus di bumikan di setiap sendi-sendi seorang marhaenis, karena esensi perjuangan GmnI Adalah melakukan proyek-proyek kemanusiaan, sebab hembusan nafas kaum marhaenis adalah untuk kemaslahatan mereka yang disebut marhaen,” ungkap Basrie.

Spanduk dan poster yang dibawakan oleh sejumlah peserta aksi juga bertuliskan Kalimat-kalimat yang menyentu rasa kehidupan dan kemanusian orang bersaudara, seperti “NTT Berduka Maluku seng Buta, Lukas Pulih NTT doa Ambon untuk kalian, Pray for NTT,”.

Siti Hadijah Keliata selaku seorang orator yang membakar para peserta aksi kemanusian itu menegaskan bahwa pengakuan dari rakyat yang kita kejar, dan ini harus ini jadi motivasi buat bung dan sarinah sekalian, biar makin berpijak pada persoalan pokok kerakyatan dan keumatan.

“Selama masih ada ratap tangis di pelosok negeri maka kita akan berdiri paling depan untuk rakyat, eksistensi keKIRIan GmnI juga semakin pudar, untuk ini aksi ini juga sebagai bentuk untuk menyadari substansi GmnI dan menegaskan kita adalah kiri dan sampai kapanpun adalah kiri, sehingga manifesto Marhaenisme itu didudukan pada porsi yang sesungguhnya untuk kepentingan kaum marhaen.

Maluku juga secara universal dengan slogan potong di kuku rasa di daging itu juga menjadi salah satu bentuk aksi kemanusiaan yang tertinggi yang harus dipraktekan secara nasional, dan untuk itu kita turun tangan, doa kami buat masyarakat NTT dan NTB, rahmat dan ridho Allah SWT selalu bersama mereka” tutup Siti.

Selanjutnya dana yang didapat ini akan diserahkan ke dewan Pimpinan Pusat GmnI, kemudian disalurkan melalui pimpinan cabang dan komisariat sejajaran yang ada di NTT dan NTB, sehingga benar-benar dapat membantu mereka yang ada di daerah bencana.(*)

Berita Terkait
error: Konten ini terlindungi.