TABANAN, MEDIAPELANGI.com – I Nengah Beger (78) seorang pemangku Pura Dalem Kedampal, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan membuat heboh para pemedek. Dia harus dievakuasi oleh tim BPBD, SAR, kepolisian dan TNI usai bersembahyang di Pura Luhur Puncak Kedaton, Penebel, Tabanan, Jumat sekitar Pukul 01.15 Wita, 31 Desember 2021.
Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana menjelaskan, pihaknya mendapat laporan adanya pemedek di Pura Luhur Puncak Kedaton yang mengalami kram dan kelelahan saat akan turun dari pura.
Dia menjelaskan, peristiwa itu berawal hari Kamis tanggal 30 Desember 2021 sekitar Pukul 07.00 Wita, pemedek dalam ini warga Adat Banjar Dinas Kedampal Desa Mangesta sebanyak 50 orang berangkat untuk melaksanakan persembahyangan yaitu Nunas Tirta (Pekuluh) di Pura Luhur Puncak Kedaton Penebel Tabanan. Upacara ini dalam rangkaian Pemelaspaan Tapaan Ida Betara di Pura Dalem Kedampal Mangesta Penebel.
Untuk menuju Pura Puncak Kedaton Penebel dilaksanakan dengan cara melakukan pendakian melalui Jalur Pura Bujangga Banjar Dinas Jatiluwih Kawan, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan.
“Dalam pendakian tersebut korban yang merupakan pemangku ikut dalam rombongan,” kata Nyoman Artadana, Jumat.
Sekitar Pukul 13.00 wita, pemedek atau warga adat Banjar Kedampal selesai melaksanakan persembahyangan, kemudian mereka turun dari Pura Luhur Puncak Kedaton.
Tak lama kemudian korban mengalami kram dan kelelahan serta tidak dapat melanjutkan perjalanan. Sehingga Beger beristirahat di Pura Beji Puncak Kedaton Penebel Tabanan ditemani oleh 5 orang pemedek atau warga Adat Kedampal.
“Sekitar pukul 18.00 Wita, pemedek atau rombongan lainnya tiba di Pura Bujangga Jatiluwih Penebel Tabanan. Kemudian pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Penebel,” jelas dia.
Dengan adanya kejadian tersebut, Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana melakukan koordinasi dengan BPBD Tabanan dan Basarnas Bali.
Selanjutnya Tim BPBD Tabanan yang dipimpin oleh I Putu Mahardyana bersama Pemandu dan 6 (enam) orang warga Kedampal Mangesta melakukan pendakian untuk mengevakuasi korban.
Kemudian datang Tim Basarnas Bali sebanyak empat orang. Mengingat sudah ada tim evakuasi yang berangkat atau mendaki, maka Tim Basarnas Bali tidak ikut melakukan pendakian dan bersama personel Polsek Penebel serta beberapa warga Banjar Dinas Kedampal Mangesta menunggu di Wantilan Pura Bujangga Jatiluwih Penebel.
“Sekira pukul 00.15 Wita, korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa pulang ke rumahnya di Kedampal,” terangnya.
Nyoman Artadana menjelaskan, kondisi korban setelah dievakuasi sudah membaik dan tidak mengalami luka-luka atau mengeluh sakit. [MP]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











