
TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) KabupatenTabanan, hingga semester pertama tahun anggaran 2022 baru tercapai (43%). Besaran penerimaan berada di kisaran Rp 176.190.180.865 dari target PAD tahun ini sebesar Rp 411.329.363.038.
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tabanan I Gede Susila menjelaskan, dari target sudah dilakukan evaluasi terhadap para perangkat daerah penghasil agar bisa menggenjot capaian PAD. Terutama berkaitan dengan potensi penerimaan dari retribusi.
“Dari hasil evaluasi, capaian PAD hingga Juni 2022 sekitar 43%. Tapi para OPD penghasil optimistis akhir tahun target bisa tercapai,”terang I Gede Susila, Minggu (7/8/2022).
Target PAD Kabupaten Tabanan tahun ini sebesar Rp 411.329.363.038 potensinya berasal dari pajak daerah sebesar Rp 130.763.133.000, dari retribusi daerah sebesar Rp 22.152.272.000 dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 9.343.227.0032, dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 249.009.621.000.
Per Juni 2022, realisasi capaian penerimaan pajak daerah sebesar Rp 76.726.327.722 (58%) retribusi daerah sebesar Rp 7.982.627.856, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 6.899.470.889 (73,84 %) dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp84.571.754.323 (33,96%)
“Untuk itu atas masukan dan target yang sudah di sepakati dengan banggar kita dengan tim harus semangat bekerja. Dari unit penghasil berharap bisa terealisasi dari hasil pendapatan diantaranya dari pajak, retribusi pendapatan lain yang sah kerjasama daerah yang kita optimalkan, jadi saya pastikan, untuk penerimaan (pajak daerah) hingga akhir nanti bisa mencapai,”terang Susila.
Ada beberapa sektor pajak daerah yakni hotel dan restoran, pajak BPHTB, serta pajak bumi dan bangunan (PBB). Susila menuturkan progres pencapaian pajak daerah sudah sesuai tahapan
Susila menuturkan beberapa OPD penghasil berkomitmen melakukan berbagai inovasi untuk menggenjot retribusi daerah.
“Kami optimistis raihan PAD bakal memenuhi target yang telah ditetapkan. Apalagi sejauh ini realisasinya cukup lancar, tidak ada kendala apapun juga,” kata I Gede Susila yang juga Sekda Tabanan ini.
Susila berharap semua agenda dan rencana dari OPD penghasil bisa terealisasi mengingat penerimaan retribusi daerah masih cukup rendah. “Kami optimistis PAD bisa tercapai sesuai target yang ditetapkan,” pungkasnya.
Sementara itu Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan menyoroti terkait dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 yang belum tercapai.
Dari sisi PAD ditargetkan sebesar Rp 411.329.363.038. Sedangkan realisasinya sebesar Rp 176.190.180.865 atau (43%) saja.
“Maka akan kami pertegas kembali dalam rapat Badan anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tabanan. Artinya jangan sampai kita menetapkan target tapi target itu tidak tersampaikan,” ungkap Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga Usai rapat Kerja, Minggu (7/8/2022).
Terlebih dari itu, kata Dirga, masih ada beberapa pertanyaan lainnya dari anggota banggar yang belum terjawab secara gamblang.[mp]