
TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Meskipun terjadi guyuran hujan deras, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, tetap semangat memantau secara langsung pemasangan patung di RSUD Tabanan dan mengecek kemajuan pembangunan fasilitas kantor pada Selasa (28/11).
Kegiatan dimulai setelah Bupati Sanjaya menyelesaikan program “ngantor di desa Bangli, Baturiti.” Didampingi oleh Sekda, para asisten Setda, dan berbagai OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Bupati Sanjaya bersama-sama melakukan peninjauan terhadap penataan pembangunan RSUD Tabanan dan pemasangan patung dengan seksama, tanpa terpengaruh oleh guyuran hujan yang terus mengguyur.
Dalam proses peninjauan, Bupati Sanjaya dengan antusias terlibat langsung dalam penempatan patung. Sebanyak delapan patung Dewi Pembawa Air Mancur ditempatkan di dinding Rumah Sakit, sementara Patung Dewa Aswin dan dua Patung Gajah mendominasi area pintu masuk RSUD Tabanan. Semua patung ini merupakan karya dari pematung terkenal, Nyoman Sudarwa dari Penarukan.
Pemilihan patung tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Masing-masing patung memiliki simbol dan makna tersendiri, sebagaimana dijelaskan oleh Bupati Sanjaya dalam wawancara singkatnya sore itu. “Mudah-mudahan dengan simbol Dewa ini dipasang, masyarakat Tabanan bisa tersembuhkan, sehat semua, kalau sehat kan tidak perlu berobat, yang penting sehat. Itulah filosofinya,” ungkap Bupati Sanjaya.
Bupati juga menyoroti makna patung Gajah, yang memiliki keterkaitan dengan simbol Dewa Ganesha. Menurutnya, Gajah, sebagai makhluk Tuhan yang bijaksana, menjadi inspirasi bagi Direktur, Dokter, dan Pimpinan di Rumah Sakit untuk selalu bijaksana dalam menjalankan tugas mereka. “Kita tahu Gajah adalah binatang paling bijaksana, jadi Direktur, Dokter, Pimpinan di Rumah Sakit bisa selalu bijaksana dalam menjalankan tugas. Karena di dalam Rumah Sakit ini urusannya kompleks, dengan adanya patung gajah jadi bisa terilhami, seperti Dewa Ganesha,” tambahnya.
Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya kesesuaian ornamen dan hiasan dengan kesenian khas Tabanan yang sarat akan makna. “Semua memiliki filosofi sendiri-sendiri. Astungkara pematung, pemborong semua bisa menerjemahkan ide-ide ini. Tabanan harus berbangga memiliki semua hal yang memiliki nilai filosofi tinggi,” tegas Bupati Sanjaya.
Setelah meninjau pemasangan patung, Bupati Sanjaya melanjutkan kegiatan dengan mengecek pembangunan fasilitas kantor di area Kantor Bupati Tabanan. Meski hujan semakin deras, Bupati Tabanan tetap fokus memeriksa setiap detail pembangunan yang sedang berlangsung. Ini mencerminkan seriusnya pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap setiap tahapan pembangunan yang dilakukan, yang tidak hanya diharapkan memiliki filosofi, tetapi juga estetika dan kualitas yang memadai.[*mp]