KARANGASEM, MEDIAPELANGI.com – Pura Basukian Puseh Jagat, Besakih, Karangasem dipenuhi semangat dalam prosesi Upacara Penyineban yang menjadi bagian dari serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Nubung Pedagingan, Pedudusan Agung, dan Tawur Balik Sumpah.
Hadir dalam kesempatan ini adalah Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Sekda, para Asisten, dan beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan,”Kamis (1/2).
Rombongan Bupati Sanjaya mengawali acara dengan mesandekan dan melanjutkannya dengan persembahyangan bersama setelah sarana upakara penyineban dipersembahkan. Ritual Nuwek Bagia Pula Kerthi yang penuh makna juga menjadi bagian dari upacara, dan kegembiraan terpancar dari sorakan antusias masyarakat yang mengindikasikan kelancaran jalannya Karya.
Ritual ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk mengukuhkan dan memuliakan kembali kedudukan atau Linggih Niyasa tempat suci sebagai wujud pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa. Penghormatan kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura setempat, membersihkan diri, dan memperkuat nilai-nilai spiritual diri sebagai umat juga menjadi fokus dalam penyelenggaraan upacara ini.
Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi semangat tinggi masyarakat Tabanan yang berkomitmen mengikuti rangkaian acara ini. “Ini membuktikan semangat kita dalam menjaga kerahayuan jagat Bali, dan juga menunjukkan shrada bhakti kita kepada para leluhur. Saya selaku Bupati, sangat berbangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Tabanan,” ujar Sanjaya.
Pengempon Pura Basukian juga memberikan sambutan yang hangat terhadap kehadiran Jajaran Pemerintah Tabanan. I Wayan Sukarta, selaku panitia karya, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam upacara tersebut. “Kami merasa sangat bangga, karena penganyar Tabanan sangat antusias tiap harinya mencapai 300-400 orang di Besakih,” ucapnya.
Sukarta menegaskan rasa bangga karena Krama dan MDA Kabupaten Tabanan terus berkomitmen hadir dalam upacara nganyarin. Upacara ini, dilakukan setiap 10 tahun sekali, menjadi kelanjutan dari Memungkah dan Nubung daging. “Mudah-mudahan masyarakat Bali, pada khususnya kami pengempon Pura Basukian, bisa memberi kerahayuan dan keselamatan,” tambahnya.[*mp]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











