
TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun Baru Saka 1946 yang akan jatuh pada tanggal 11 Maret mendatang, Polres Tabanan telah mengambil langkah-langkah persiapan guna memastikan perayaan berjalan aman dan nyaman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyiapan personel untuk mengamankan perayaan Pengerupukan yang menjadi bagian penting dari Hari Raya Nyepi.
Kapolres Tabanan, AKBP Leo Deddy Defretes, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk merumuskan strategi pengamanan. Polres Tabanan akan bekerja sama dengan tim gabungan dari TNI, Pecalang, dan Forkopimda dalam mengamankan perayaan Nyepi. Sebanyak 572 personel akan dikerahkan untuk melibatkan diri dalam pengamanan, dimulai dari malam Pengerupukan hingga Ngembak Geni.
“Tahun ini, kami akan menerjunkan pasukan sebanyak 572 personel untuk melaksanakan pengamanan dari malam Pengerupukan hingga sehari setelah Nyepi,” ujar Kapolres Tabanan, Minggu (3/3).
Pihak kepolisian akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk menyusun rincian teknis pengamanan selama perayaan Nyepi. Selain itu, Polres Tabanan juga telah menyiapkan Operasi Keselamatan Agung 2024 yang akan berlangsung dari 4 hingga 17 Maret 2024.
Fokus utama dari operasi tersebut adalah mengamankan jalur penghubung lintas provinsi, khususnya jalur Denpasar-Gilimanuk di wilayah Tabanan yang dikenal sebagai jalur maut. Polres Tabanan akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk personel Polda Bali, Jasa Raharja, Kodim 1619/Tabanan, Dinas Perhubungan, dan petugas gabungan lainnya.
“Peningkatan pengawasan di jalur tersebut sangat penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di seluruh Bali. Apalagi, saat ini masih dalam suasana libur Hari Raya, sehingga mobilitas masyarakat cukup tinggi,” tambahnya.
Operasi Keselamatan Agung 2024 akan mengedepankan pola tindakan preventif, edukatif, dan persuasif secara humanis kepada masyarakat. Kapolres Tabanan menegaskan bahwa operasi ini juga akan menargetkan pelanggaran kasat mata seperti penggunaan helm atau safety belt, melawan arus, dan tindakan lain yang dapat menyebabkan gangguan lalu lintas.
Dengan persiapan yang matang dan kerjasama antarinstansi yang baik, diharapkan perayaan Hari Raya Nyepi di Tabanan dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan damai bagi seluruh masyarakat.[*mp]