TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Tabanan kembali menjadi sorotan! Data terbaru mengungkap 4.575 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Tabanan, namun fakta di balik angka ini jauh lebih kompleks daripada yang ramai dibicarakan netizen di media sosial.
Plt. Kepala Dinas PUPRPKP, I Made Dedy Darmasaputra, buka-bukaan soal langkah nyata pemerintah dan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang jarang disorot publik.
Menyusul maraknya pemberitaan dan unggahan di media sosial terkait kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Tabanan, Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan pentingnya menyampaikan data secara utuh dan akurat.
Plt. Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, menjelaskan bahwa dari total 4.575 rumah tidak layak huni, 916 rumah memerlukan pembangunan baru, sementara 3.659 rumah lainnya hanya butuh peningkatan kualitas sesuai kriteria teknis di lapangan.
“Kondisi rumah tidak layak huni sangat bervariasi. Ada banyak kriteria teknis yang menjadi dasar penentuan kategori, sehingga data ini harus dibaca secara komprehensif,” ujar Dedy, menanggapi kesimpulan sepihak beberapa akun media sosial.
Selama lima tahun terakhir, pemerintah telah berhasil memperbaiki 1.116 unit RTLH, melalui pembangunan baru maupun perbaikan kualitas (PK), dengan sumber pendanaan beragam, mulai dari APBD Kabupaten, BSPS, APBD Provinsi, hingga dukungan CSR perbankan.
Namun, Dedy menekankan bahwa penanganan RTLH tidak bisa hanya dilihat dari sisi fisik rumah. Inti masalahnya adalah kemampuan ekonomi keluarga pemilik rumah, yang mayoritas berada dalam kondisi kurang mampu.
“Pemberdayaan ekonomi jauh lebih penting untuk solusi jangka panjang. Pemerintah mendorong penguatan UMKM, mempercepat perputaran ekonomi desa, dan memastikan masyarakat kecil terlibat dalam aktivitas produktif. Dengan ekonomi bergerak, masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk memperbaiki rumahnya,” jelasnya.
Dengan pendekatan pembangunan fisik + pemberdayaan ekonomi, Pemkab Tabanan berharap penanganan RTLH bisa berjalan lebih efektif, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendorong diskusi publik yang sehat dan berbasis data.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











