TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Semangat kreativitas generasi muda Tabanan kembali menggelora menjelang perayaan Tahun Baru Caka 1948. Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan resmi menetapkan 39 nominasi dari total 64 peserta yang mendaftar dalam Lomba Ogoh-Ogoh Sekaa Teruna se-Kabupaten Tabanan. Lomba ini menjadi rangkaian utama Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 yang mengusung tema “Nyomya Butha Kala Nyanggra Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana”.
Festival Ogoh-Ogoh Singasana merupakan inisiasi Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, sejak tahun 2024 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kreativitas Sekaa Teruna dalam melestarikan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh.
Sebanyak 39 Sekaa Teruna yang lolos nominasi berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Kecamatan Baturiti meloloskan empat peserta, Pupuan satu peserta, Selemadeg tiga peserta, Selemadeg Barat satu peserta, Selemadeg Timur lima peserta, Penebel lima peserta, Kerambitan lima peserta, Marga lima peserta, Kediri lima peserta, dan Kecamatan Tabanan lima peserta.
Selanjutnya, seluruh nominasi akan berkompetisi di tingkat kecamatan untuk menentukan Juara I, II, dan III. Para juara tingkat kecamatan akan menerima hadiah uang tunai. Khusus Juara I dari masing-masing kecamatan diwajibkan mengikuti Festival Singasana III tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026.
Pada tingkat kabupaten, Juara I dari setiap kecamatan berhak memperoleh biaya kepesertaan sebesar Rp35 juta. Selain itu, ogoh-ogoh karya mereka akan dipajang selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026, di Area Garuda Wisnu Singasana (GWS) Kota Tabanan. Penilaian tingkat kabupaten dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2026.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menegaskan bahwa panitia hanya memfasilitasi kebutuhan dasar saat pemajangan ogoh-ogoh di tingkat kabupaten.
“Saat pemajangan di tingkat Kabupaten di GWS, panitia hanya menyediakan area penempatan ogoh-ogoh, satu tenda untuk istirahat peserta, dan perangkat gambelan. Untuk rigging stage atau display ogoh-ogoh sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing peserta,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang akan dilombakan di tingkat kabupaten wajib sudah siap dan berada di lokasi penilaian di seputaran GWS mulai 11 hingga 12 Maret 2026.
Tak hanya pemajangan, pawai ogoh-ogoh dewasa menjadi salah satu daya tarik utama festival ini. Pawai akan dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026, mulai pukul 16.00 WITA dengan titik start di depan GWS.
Peserta akan bergerak menuju Jalan Gunung Agung ke arah selatan hingga Patung Sagung Wah, kemudian berbelok ke kanan menuju Jalan Parkit di depan panggung kehormatan, sebelah selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya, untuk melaksanakan atraksi.
Setiap peserta diberikan durasi penampilan maksimal 10 menit di depan panggung kehormatan. Setelah atraksi selesai, peserta melanjutkan rute ke arah barat, kemudian belok kanan ke utara menuju Jalan Sri Gunting di sebelah barat Gedung Kesenian I Ketut Marya, lalu kembali ke timur menuju Jalan Gunung Agung dan finis di Lapangan GWS.
Tim juri nantinya akan menetapkan Juara Terbaik I, II, dan III, sementara Juara Harapan I, II, dan III ditentukan oleh juri kehormatan.
Festival Ogoh-Ogoh Singasana III tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya Tabanan. Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan generasi muda, meningkatkan kualitas karya ogoh-ogoh, sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah menjelang Hari Raya Nyepi.
Dengan partisipasi puluhan Sekaa Teruna dari seluruh kecamatan, Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 dipastikan menjadi panggung besar kreativitas pemuda Tabanan dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











