BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak di Kecamatan Banjar, Sabtu (7/3).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sutjidra menginstruksikan tim gabungan penanggulangan bencana untuk bergerak cepat melakukan penanganan terhadap warga terdampak banjir bandang.
Curah hujan yang tinggi sejak Jumat sore hingga malam hari menyebabkan banjir bandang melanda sejumlah kecamatan di Buleleng. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Busungbiu, Seririt, Sukasada, dan Banjar.
Dari beberapa wilayah tersebut, kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Banjar. Banjir bandang tidak hanya merusak sejumlah bangunan warga, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan sementara, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya masih dinyatakan hilang setelah terseret arus banjir.
Saat melakukan peninjauan ke lokasi bencana, Bupati Sutjidra didampingi oleh Kepala Pelaksana Harian BPBD Buleleng Gede Suyasa, Kepala Dinas PUTR Perkim I Putu Adiptha Eka Putra, serta Camat Banjar Putu Widiawan.
Dalam arahannya, Sutjidra meminta agar segera dibentuk posko penanganan bencana guna mempermudah koordinasi serta mempercepat proses penanganan di lapangan.
Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki kewenangan dalam penanggulangan bencana.
“Sedang diupayakan dengan tim yang terdiri dari anggota BPBD, TNI/Polri, Basarnas, Polair. Semua kita libatkan untuk bisa menyisir bantaran sungai sampai pantai di Kalianget,” tegas Sutjidra.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses penanganan kerusakan infrastruktur serta pembersihan material yang terbawa arus banjir bandang.
Menurutnya, salah satu fokus utama saat ini adalah membersihkan tumpukan sampah dan material banjir yang menumpuk di bantaran sungai maupun di sekitar rumah warga.
“Segera kita lakukan pembersihan. Ada dua alat berat yang kami turunkan untuk membersihkan bantaran sungai dan rumah warga yang terdampak,” ujarnya.
Bupati Sutjidra juga meminta agar pemerintah kecamatan di empat wilayah terdampak terus melakukan koordinasi secara intensif guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Sebenarnya curah hujan di daerah hulu cukup tinggi sejak Jumat sore sehingga mengakibatkan aliran air sungai yang deras menuju Desa Banjar,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian banjir bandang pada Jumat malam di tiga titik lokasi berbeda.
Tiga titik tersebut yakni laporan orang hanyut bersama kendaraan di Banjar Santal, laporan keluarga terjebak banjir di Banjar Sekar, serta laporan keluarga terseret banjir di Dusun Ambengan.
Setelah melakukan penelusuran, satu korban dari Banjar Santal ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga setempat.
Sementara itu, tiga orang warga dari Dusun Ambengan dilaporkan belum kembali dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Menurut Donny, proses pencarian pada Jumat malam sempat mengalami kendala karena kondisi gelap serta arus banjir yang masih cukup deras.
“Kami melakukan penyisiran di lokasi yang dinilai aman pada malam hari. Pencarian dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi bersama tim gabungan,” jelasnya.
Tim SAR gabungan saat ini melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke muara untuk mencari kemungkinan keberadaan korban yang hilang.
Selain itu, tim juga melakukan pembersihan sampah serta material yang menumpuk di titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut.
“Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai hingga ke muara pantai,” ungkapnya.
Untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir bandang, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Sosial Kabupaten Buleleng juga telah menyalurkan sejumlah bantuan darurat.
Bantuan tersebut berupa tenda pengungsian, selimut, alas tidur, serta paket sembako bagi warga yang rumahnya terdampak banjir.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sambil menunggu kondisi lingkungan kembali pulih.[*ags]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











