BerandaBulelengBanjir Bandang Buleleng, Bupati Sutjidra Pastikan Air Bersih Warga

Banjir Bandang Buleleng, Bupati Sutjidra Pastikan Air Bersih Warga

BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang tetap terpenuhi. Salah satu kebutuhan paling mendesak adalah ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak bencana di sejumlah wilayah.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak boleh mengalami kekurangan air bersih. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau kembali kondisi lingkungan dan warga yang terdampak banjir bandang di Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Minggu (8/3).

Menurut Sutjidra, pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut, sejumlah jaringan suplai air bersih mengalami gangguan. Salah satunya adalah aliran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terputus di beberapa titik wilayah terdampak, khususnya di kawasan Kecamatan Banjar.

“Kita tidak ingin masyarakat terdampak bencana sampai kekurangan air bersih. Oleh karena itu pemerintah segera menyiapkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Sutjidra.

Untuk mengatasi kebutuhan air bersih tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng melibatkan sejumlah instansi guna menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

Beberapa instansi yang terlibat antara lain Dinas PUTR Perkim, BPBD Buleleng, Palang Merah Indonesia (PMI), serta dukungan dari BPBD Provinsi Bali. Armada tangki air dan tandon disiapkan untuk memastikan suplai air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kita siapkan armada tangki dan tandon dari PUTR Perkim, BPBD, dan PMI serta BPBD Provinsi Bali untuk memberikan bantuan suplai air bersih kepada masyarakat terdampak,” jelas Sutjidra.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah tandon air yang ditempatkan di titik-titik strategis di wilayah terdampak. Tandon tersebut akan terus diisi secara berkala agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.

Sutjidra menegaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama karena sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari seperti memasak, minum, serta keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga kebutuhan yang paling penting ini bisa terpenuhi dan masyarakat bisa mulai memasak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan bahwa bencana banjir bandang di Kecamatan Banjar berdampak pada ratusan keluarga.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 253 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak bencana tersebut. Kerusakan infrastruktur serta gangguan pada fasilitas dasar menjadi salah satu dampak yang dirasakan masyarakat.

Beberapa wilayah yang membutuhkan suplai air bersih antara lain Banjar Dinas Banjar Tegeha, Banjar Dinas Banjar Sekar, Dusun Ambengan di Desa Banjar, serta wilayah Dencarik dan Tirtasari.

Untuk mendukung distribusi air bersih, BPBD Provinsi Bali menurunkan satu unit truk tangki air serta tiga unit tandon air. Sementara BPBD Buleleng menyiapkan satu unit truk tangki dan lima unit tandon air.

Baca Juga:  Bakesbangpol Tabanan Perkuat Data Ormas Lewat SIKEDAS

Selain itu, bantuan juga datang dari sejumlah instansi lain seperti Dinas PUTR Perkim, PMI, serta perusahaan daerah air minum Perumda Tirta Hita Buleleng.

“Seluruh armada ini kami kerahkan agar suplai air bersih bisa terus tersedia bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang,” jelas Suyasa.

Selain menyalurkan air bersih, Pemerintah Kabupaten Buleleng sebelumnya juga telah memberikan berbagai bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak cukup parah akibat banjir bandang.

Bantuan tersebut meliputi tenda darurat, selimut, velbed, peralatan memasak, perlengkapan mandi, pakaian, serta kebutuhan bahan pokok.

Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penanganan bencana.

Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, unsur TNI dan Polri, tim SAR, serta relawan yang turut bergotong royong melakukan pencarian korban yang masih hilang dan membersihkan material sisa banjir di berbagai lokasi.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana.

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga memastikan akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi hingga situasi benar-benar pulih.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER