TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Seorang pendaki lanjut usia yang sebelumnya dilaporkan hilang di jalur pendakian Gunung Batukaru akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (9/5/2026).
Korban diketahui bernama I Made Didia (84), warga Banjar Dinas Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Sebelumnya korban dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Pura Jatiluwih, Banjar Dinas Sarin Buana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg.
Pencarian terhadap korban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, relawan, serta masyarakat setempat. Proses pencarian lanjutan dimulai sejak Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 Wita hingga sore hari pukul 17.30 Wita.
Sebelum turun ke lokasi, BPBD Kabupaten Tabanan menerima arahan untuk mengerahkan personel dari Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 4 lengkap dengan sarana pendukung menuju lokasi pencarian di kawasan Gunung Batukaru.
Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik jalur pendakian yang diduga dilalui korban. Medan yang cukup berat serta kondisi cuaca di kawasan pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.
Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di area pendakian Gunung Batukaru.
Meski korban telah ditemukan, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada hari yang sama. Tim gabungan terpaksa menunda evakuasi karena kondisi cuaca di lokasi sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pengangkatan jenazah.
Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan, kabut tebal yang membatasi jarak pandang, serta kondisi yang mulai gelap membuat tim memutuskan menghentikan proses evakuasi demi keselamatan petugas.
“Evakuasi ditunda hingga Minggu pagi karena kondisi cuaca dan medan yang tidak memungkinkan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, Sabtu (9/5).
Penundaan evakuasi tersebut dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar terhadap personel gabungan yang bertugas di medan pegunungan dengan kondisi licin dan minim pencahayaan.
Sebelumnya, laporan orang hilang diterima BPBD Kabupaten Tabanan pada Sabtu, 25 April 2026 sekitar pukul 22.00 Wita. Laporan tersebut disampaikan oleh pelapor bernama Gede Darmayasa setelah korban tidak kunjung kembali dari aktivitas pendakian.
Usai menerima laporan, tim gabungan langsung melakukan koordinasi dan upaya pencarian di sekitar jalur pendakian Gunung Batukaru. Kawasan tersebut dikenal memiliki jalur pendakian yang cukup menantang dengan kondisi hutan lebat serta cuaca yang cepat berubah.
Gunung Batukaru sendiri merupakan gunung tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung dan menjadi salah satu tujuan favorit pendaki maupun masyarakat yang melakukan kegiatan spiritual. Selain memiliki panorama alam yang indah, kawasan ini juga dikenal sakral bagi umat Hindu di Bali.
Namun demikian, kondisi alam pegunungan yang ekstrem membuat para pendaki diimbau selalu memperhatikan faktor keselamatan, kondisi fisik, serta perubahan cuaca sebelum melakukan pendakian.
BPBD Kabupaten Tabanan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pendakian seorang diri, terutama bagi pendaki lanjut usia. Persiapan perlengkapan, pendamping, serta informasi jalur pendakian menjadi hal penting guna mengurangi risiko selama perjalanan.
Selain itu, pendaki juga diimbau melaporkan rencana pendakian kepada keluarga maupun pihak terkait agar proses pemantauan lebih mudah dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.
BPBD Kabupaten Tabanan bersama tim gabungan dijadwalkan melanjutkan proses evakuasi korban pada Minggu pagi ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan personel di lapangan.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











