TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Tiga pendaki Gunung Batukaru yang sempat dilaporkan tersesat akhirnya berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR gabungan pada Jumat (29/5/2026). Proses pencarian yang melibatkan Basarnas Bali bersama unsur SAR gabungan berlangsung dramatis di tengah kondisi medan pegunungan yang cukup sulit dan cuaca yang berubah-ubah di kawasan Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, Bali.
Ketiga pendaki tersebut diketahui bernama Mario Luca, warga Karangasem berusia 17 tahun, serta dua warga negara Rusia yakni Taisiya Chernosvitova (18) dan Nazar Krasnoruski (18). Ketiganya merupakan pelajar lulusan salah satu sekolah internasional di Denpasar yang melakukan pendakian melalui jalur Pura Petali, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan menjelaskan, ketiga pendaki memulai perjalanan menuju puncak Gunung Batukaru pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah berhasil mencapai kawasan pendakian, mereka memutuskan turun kembali sekitar pukul 15.00 Wita. Namun saat perjalanan turun, para pendaki mengalami disorientasi hingga tersesat di kawasan hutan pegunungan.
“Kemarin salah satu pendaki sempat menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan bahwa mereka tersesat di Gunung Batukaru,” ujar Donny.
Mendapat laporan tersebut, pihak keluarga segera menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar atau Basarnas Bali untuk meminta bantuan pencarian. Tim SAR gabungan kemudian langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian, TNI, pemandu lokal, hingga masyarakat setempat.
Sebanyak tujuh personel Pos SAR Buleleng diterjunkan dalam operasi pencarian. Tim gabungan mulai melakukan pendakian dari Posko Desa Karyasari pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 Wita.
Pencarian dilakukan dengan menyisir jalur pendakian yang diduga dilewati para korban. Selain kondisi medan yang cukup terjal, kabut tebal dan cuaca pegunungan juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR saat melakukan pencarian di kawasan Gunung Batukaru yang dikenal memiliki hutan lebat dan jalur ekstrem.
Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam, ketiga pendaki akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita di koordinat 8°20’39.50″S – 115°5’2.70″E pada ketinggian sekitar 1.899 meter di atas permukaan laut (mdpl).
“Saat ditemukan kondisi ketiga pendaki stabil dan selamat,” kata Donny.
Tim SAR kemudian melakukan proses evakuasi dengan menurunkan ketiga pendaki menuju Posko Desa Karyasari. Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat medan pegunungan yang licin akibat cuaca lembab dan jalur yang cukup curam.
Sekitar pukul 14.05 Wita, seluruh pendaki akhirnya berhasil dievakuasi dengan aman dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di posko.
Keberhasilan evakuasi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena kerja sama cepat dan koordinasi solid antar unsur SAR gabungan dinilai sangat membantu proses pencarian di kawasan pegunungan yang cukup berisiko.
Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur di antaranya Basarnas Bali, Polres Tabanan, Polsek Pupuan, Brimob Batalion B Pelopor Mengwi, Koramil Pupuan, Camat Pupuan, Babinsa Desa Karyasari, pemandu pendakian, hingga masyarakat setempat.
Gunung Batukaru sendiri merupakan salah satu gunung tertinggi di Bali dengan ketinggian sekitar 2.276 mdpl. Gunung ini dikenal memiliki jalur pendakian yang cukup menantang dan berada di kawasan hutan tropis yang lebat. Selain menjadi tujuan wisata pendakian, kawasan Gunung Batukaru juga dikenal sebagai salah satu kawasan spiritual dan konservasi alam penting di Bali.
Peristiwa tersesatnya tiga pendaki ini menjadi pengingat bagi masyarakat maupun wisatawan agar selalu mempersiapkan pendakian secara matang sebelum melakukan aktivitas di alam bebas. Pendaki disarankan memahami jalur pendakian, memperhatikan kondisi cuaca, membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, serta menggunakan jasa pemandu lokal jika belum mengenal medan.
Basarnas Bali juga mengimbau para pendaki agar selalu melapor kepada pengelola jalur pendakian atau aparat setempat sebelum melakukan pendakian. Hal tersebut penting untuk memudahkan proses pemantauan dan percepatan penanganan apabila terjadi kondisi darurat di gunung.
Selain itu, penggunaan perangkat komunikasi yang memadai juga dinilai sangat penting dalam mendukung keselamatan selama pendakian. Dalam kasus ini, komunikasi salah satu pendaki kepada keluarga menjadi faktor penting yang membantu percepatan proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dengan berhasil ditemukannya ketiga pendaki dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuannya masing-masing.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











