BerandaTabananNenek 76 Tahun Ditemukan Meninggal Membusuk Dalam Rumah

Nenek 76 Tahun Ditemukan Meninggal Membusuk Dalam Rumah

"Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan"

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Warga Banjar Selat, Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia berinisial KTC (76) yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut sehingga diduga korban telah meninggal beberapa waktu sebelum akhirnya diketahui keluarga dan warga.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena korban diketahui tinggal seorang diri dan sudah cukup lama tidak terlihat beraktivitas di lingkungan sekitar. Dari hasil pemeriksaan awal kepolisian bersama tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal dunia karena sebab alami.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan proses penemuan jenazah bermula dari laporan warga kepada Bendesa Adat Selat, I Ketut Leneng, pada Jumat (26/6/2026).

Warga mengaku merasa curiga lantaran korban sudah hampir satu bulan tidak pernah terlihat keluar rumah ataupun menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Kondisi tersebut berbeda dengan kebiasaan korban yang sesekali masih terlihat berinteraksi dengan warga sekitar.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, Bendesa Adat segera berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Jakarta agar dapat memastikan kondisi korban,” ujar Wiwik saat memberikan keterangan, Senin (29/6/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, salah seorang anggota keluarga akhirnya tiba di Bali pada Minggu siang. Bersama Bendesa Adat dan seorang warga, mereka mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan secara langsung.

Saat pintu rumah berhasil dibuka sekitar pukul 14.00 Wita, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Suasana rumah dipenuhi aroma menyengat yang berasal dari proses pembusukan jenazah. Kondisi itu membuat keluarga segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.

Menurut Wiwik, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kondisi jenazah telah mengalami dekomposisi cukup lanjut.

“Korban ditemukan dalam kondisi tubuh mengeluarkan bau menyengat, kulit berubah warna menjadi kehitaman kehijauan, mengalami pembengkakan akibat proses dekomposisi, serta sebagian jaringan kulit mulai mengelupas,” jelasnya.

Petugas Polsek Baturiti bersama tim medis dari Puskesmas II Baturiti kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam rumah.

Tim medis maupun penyidik tidak menemukan adanya luka terbuka maupun tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

“Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut mengindikasikan korban telah meninggal dunia beberapa waktu sebelum ditemukan,” kata Wiwik.

Meski demikian, kepolisian tetap menjalankan prosedur penanganan sesuai ketentuan dengan melakukan dokumentasi, identifikasi, serta koordinasi bersama pihak keluarga guna memastikan penyebab kematian korban.

Usai pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan, jenazah dievakuasi menuju Rumah Sakit Singasana Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Vaksinasi Rabies Tabanan Sasar 353 Hewan, 225 Berhasil Divaksin

Pihak keluarga juga telah menyampaikan rencana untuk melakukan proses kremasi setelah seluruh prosedur administrasi dan pemeriksaan selesai.

Polres Tabanan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sebab alami. Namun demikian, proses penanganan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya,” terang Wiwik.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap warga lanjut usia yang tinggal seorang diri. Peran keluarga, tetangga, perangkat desa, maupun lingkungan adat dinilai sangat penting untuk memastikan kondisi para lansia tetap terpantau, terutama apabila mereka hidup tanpa pendamping setiap hari.

Pemerintah desa bersama unsur masyarakat juga diharapkan terus memperkuat komunikasi dan pengawasan sosial melalui kunjungan rutin maupun koordinasi dengan keluarga yang berada di luar daerah. Langkah tersebut dapat menjadi upaya preventif agar kondisi darurat yang dialami warga lanjut usia dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat budaya saling menjaga dan memperhatikan sesama, khususnya bagi warga lanjut usia yang hidup sendiri di tengah masyarakat.[ka]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER