TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Peristiwa kebakaran melanda sebuah usaha laundry di Jalan Sriwijaya, Banjar Malkangin, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, Rabu (1/7/2026) siang. Bangunan yang menjadi tempat usaha tersebut ludes dilalap api setelah diduga terjadi kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering pakaian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian material mencapai sekitar Rp750 juta akibat bangunan beserta peralatan usaha yang terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA, saat aktivitas operasional laundry masih berlangsung. Api pertama kali diketahui oleh seorang karyawan yang sedang bekerja di lokasi.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan bangunan yang terbakar merupakan usaha laundry milik I Made Rusdiawan (43).
Menurut keterangan saksi, Ade Irmaliana, api muncul secara tiba-tiba dari bagian regulator mesin pengering pakaian. Menyadari adanya kobaran api, saksi langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan spons basah agar api tidak membesar.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kobaran api justru semakin besar dan dengan cepat menjalar ke tumpukan pakaian yang sedang diproses di dalam ruangan.
“Api tidak bisa dipadamkan secara manual dan langsung merembet ke pakaian laundry,” ujar Wiwik saat dikonfirmasi.
Situasi semakin sulit dikendalikan karena di dalam bangunan terdapat sejumlah tabung LPG, cairan pewangi laundry, serta berbagai bahan yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api berkembang dengan sangat cepat dan menghanguskan sebagian besar isi bangunan hanya dalam waktu singkat.
Melihat kobaran api yang semakin membesar, saksi segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Kepanikan sempat terjadi karena api terus membesar dan dikhawatirkan merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Mendapat laporan dari warga, Kepala Wilayah Banjar Malkangin, I Ketut Suteja, langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan agar segera mengirimkan bantuan.
Tak lama berselang, sekitar pukul 12.40 WITA, tiga unit mobil pemadam kebakaran Tabanan tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan pemadaman secara intensif dengan dibantu warga sekitar untuk mencegah api menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat besarnya kobaran api dan banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan. Setelah bekerja sekitar 45 menit, petugas akhirnya berhasil mengendalikan sekaligus memadamkan api sepenuhnya.
Meski bangunan mengalami kerusakan berat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum kobaran api membesar.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara yang dilakukan aparat kepolisian, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering pakaian.
“Kejadian tersebut diduga diakibatkan karena kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering,” terang Wiwik.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya api, termasuk memeriksa kondisi instalasi mesin pengering, regulator, serta sistem distribusi gas yang digunakan di lokasi usaha tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha, khususnya yang menggunakan mesin berbahan bakar gas, agar rutin melakukan pemeriksaan terhadap instalasi, regulator, pipa saluran, maupun tabung LPG yang digunakan dalam kegiatan operasional.
Pemeriksaan berkala dinilai sangat penting untuk mendeteksi potensi kebocoran sejak dini sehingga risiko kebakaran dapat diminimalkan. Selain itu, setiap tempat usaha juga diimbau melengkapi bangunan dengan alat pemadam api ringan (APAR) yang masih berfungsi sebagai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Petugas juga mengingatkan agar pemilik usaha selalu memastikan sirkulasi udara di area penyimpanan tabung gas tetap baik serta tidak menyimpan bahan-bahan mudah terbakar terlalu dekat dengan sumber panas atau mesin pengering.
Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp750 juta, meliputi bangunan usaha, mesin laundry, mesin pengering, perlengkapan operasional, pakaian pelanggan, hingga berbagai aset penunjang lainnya.
Polres Tabanan mengimbau masyarakat agar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran maupun aparat kepolisian apabila menemukan indikasi kebocoran gas atau potensi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











