DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat arah pembangunan daerah melalui investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Rapat Konsultasi bersama Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, anggota DPD RI, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di The Meru Sanur, Kamis (2/7/2026).
Dalam forum strategis tersebut, Giri Prasta memaparkan arah kebijakan pembangunan Bali yang kini berlandaskan konsep Ekonomi Kerthi Bali, yakni model pembangunan yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Bali tidak lagi hanya mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi, tetapi mulai membangun fondasi ekonomi baru melalui investasi berkualitas yang mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja berkelanjutan.
Wakil Gubernur menjelaskan bahwa transformasi ekonomi Bali dilakukan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan sistem investasi terpadu, percepatan digitalisasi pelayanan publik, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, hingga pemetaan sektor-sektor prioritas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Ia menegaskan, investasi yang masuk ke Bali harus selaras dengan karakteristik Pulau Dewata sebagai destinasi wisata budaya dunia sekaligus wilayah yang kaya akan kearifan lokal.
“Investasi bukan hanya soal membangun proyek atau meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana investasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali serta tetap menjaga kelestarian budaya dan lingkungan,” ujarnya.
Konsep tersebut menjadi bagian penting dalam visi pembangunan Bali yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan tanpa mengorbankan identitas budaya daerah.
Dalam paparannya, Giri Prasta menyebut sejumlah sektor prioritas yang menjadi fokus investasi di Bali.
Di antaranya adalah pengembangan pertanian organik, energi bersih, industri berbasis budaya, ekonomi kreatif, ekonomi digital, hingga pariwisata budaya dan wellness tourism yang saat ini semakin diminati wisatawan dunia.
Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki keterkaitan yang kuat sehingga mampu membentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung.
Pertanian misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ketahanan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berbasis alam dan budaya. Demikian pula industri kreatif yang mampu memperkuat promosi budaya Bali melalui inovasi digital.
“Seluruh sektor ini harus saling bersinergi untuk mewujudkan ekonomi Bali yang kuat, berdaya saing, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Provinsi Bali juga terus memperkuat kualitas sektor pariwisata melalui konsep pariwisata berbasis budaya yang bermartabat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas destinasi wisata, penguatan promosi di tingkat nasional maupun internasional, serta menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Selain mengejar jumlah kunjungan wisatawan, pemerintah kini lebih menekankan peningkatan kualitas wisatawan yang datang sehingga mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat lokal.
Konsep tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang mengutamakan pariwisata berkualitas dibandingkan pariwisata massal.
Pada sektor energi, Pemprov Bali juga menunjukkan komitmen kuat menuju Bali Mandiri Energi berbasis energi baru terbarukan.
Program tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE).
Salah satu langkah yang terus didorong adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di berbagai sektor, baik pemerintahan, swasta, maupun masyarakat.
Menurut Giri Prasta, transisi menuju energi hijau menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Bali yang selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata.
Selain memperkuat investasi, Pemprov Bali juga terus mengembangkan infrastruktur yang mendukung konektivitas antarwilayah.
Program tersebut mencakup pembangunan jalan baru, underpass, pengembangan pelabuhan di kawasan Bali Utara, Bali Timur, Bali Barat hingga Bali Selatan, serta integrasi transportasi darat, laut, dan udara dengan sistem transportasi publik modern.
Seluruh pembangunan tersebut dirancang menggunakan pendekatan ramah lingkungan agar tetap menjaga keseimbangan alam Bali.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus memberikan ruang lebih besar kepada pemerintah daerah.
Menurutnya, daerah tidak boleh hanya menjadi lokasi pelaksanaan program nasional, melainkan harus menjadi subjek utama dalam menentukan arah pembangunan sesuai potensi masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai proyek maupun jumlah investasi yang masuk.
“Investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah, memperkuat pelaku usaha lokal, dan menghadirkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui rapat konsultasi tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperkuat sinergi sehingga kebijakan investasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis budaya.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











