BerandaTabananCek Kesehatan Gratis di Tabanan Baru 23,11 Persen, Dinkes Luncurkan SAPA CKG...

Cek Kesehatan Gratis di Tabanan Baru 23,11 Persen, Dinkes Luncurkan SAPA CKG Ngayah Ring Desa

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabanan terus menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan. Hingga 12 Juli 2026, capaian kumulatif program tersebut baru mencapai 23,11 persen atau sebanyak 110.353 orang dari total sasaran masyarakat Kabupaten Tabanan.

Berdasarkan hasil penarikan data dari aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (SSI) periode 1 Januari hingga 12 Juli 2026, capaian tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan pada Juli 2026 sebesar 26,83 persen. Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan untuk melakukan berbagai langkah percepatan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Sebagai upaya mengejar target yang belum tercapai, Dinkes Tabanan meluncurkan inovasi Strategi Aktif Pelayanan Akses Cek Kesehatan Gratis Ngayah Ring Desa (SAPA CKG Ngayah Ring Desa). Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui pendekatan jemput bola hingga ke tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis memiliki peran penting dalam mendeteksi dini berbagai penyakit serta faktor risiko kesehatan yang dapat mengancam masyarakat.

“Melalui program ini masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga berbagai penyakit dapat dicegah atau ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius,” ujarnya.

Dari seluruh kelompok sasaran yang menjadi target program, capaian tertinggi saat ini berada pada kelompok Anak Sekolah yang berhasil mencapai 54,46 persen atau sebanyak 33.606 anak. Angka tersebut bahkan melampaui target bulan Juli yang ditetapkan sebesar 20,42 persen.

Sementara itu, capaian kelompok sasaran lainnya masih berada di bawah target yang diharapkan. Kelompok Bayi Baru Lahir (BBL) mencapai 37,99 persen atau 2.657 bayi dari target 40,83 persen. Kelompok Anak Usia 0–6 Tahun mencapai 24,56 persen atau 9.914 anak dari target 32,08 persen.

Kemudian untuk kelompok Lansia, capaian baru mencapai 21,98 persen atau sebanyak 21.390 orang dari target 32,08 persen. Sedangkan kelompok Dewasa mencatat capaian terendah, yakni 15,66 persen atau 42.786 orang dari target 26,26 persen.

Selain mengevaluasi capaian program, Dinkes Kabupaten Tabanan juga melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat yang telah mengikuti layanan CKG. Hasilnya menunjukkan adanya sejumlah masalah kesehatan yang masih mendominasi di Kabupaten Tabanan.

Masalah kesehatan tertinggi adalah dislipidemia, yaitu kondisi gangguan kadar lemak dalam darah yang berisiko memicu penyakit kardiovaskular dan stroke. Kondisi ini ditemukan pada 68,6 persen kelompok usia dewasa dan lansia yang telah menjalani pemeriksaan.

Posisi kedua ditempati gangguan mobilitas pada kelompok lansia berdasarkan hasil skrining Skilas dengan angka mencapai 67,7 persen. Temuan ini menunjukkan masih tingginya risiko penurunan fungsi gerak pada kelompok lanjut usia.

Selain itu, Dinkes juga menemukan masalah kebugaran kurang pada kelompok usia sekolah dan remaja dengan prevalensi mencapai 60,16 persen. Rendahnya aktivitas fisik pada kelompok dewasa dan lansia juga menjadi perhatian karena mencapai 44,65 persen.

Sementara itu, masalah kesehatan lain yang cukup menonjol adalah karies gigi atau kerusakan gigi pada kelompok usia sekolah dan remaja dengan prevalensi sebesar 22,53 persen.

Menurut dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, hasil tersebut menjadi gambaran penting mengenai kondisi kesehatan masyarakat Tabanan sekaligus menjadi dasar dalam menyusun program promotif dan preventif yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Antrean BBM Sanggulan, Polres Tabanan Buka Pos Pelayanan untuk Warga

Meski demikian, pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satu kendala utama adalah rendahnya partisipasi masyarakat untuk datang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di puskesmas juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam proses input data hasil pelayanan ke aplikasi Satu Sehat Indonesiaku yang dilakukan secara digital.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan telah menginstruksikan seluruh puskesmas agar lebih aktif menjangkau kelompok sasaran yang dapat dilayani secara kolektif. Kelompok tersebut meliputi pegawai pemerintah, perangkat desa, karyawan swasta, serta guru di sekolah negeri maupun swasta.

Puskesmas juga diwajibkan memberikan layanan Cek Kesehatan Gratis kepada setiap masyarakat yang datang berkunjung sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan preventif di Kabupaten Tabanan.

“Kami berharap masyarakat semakin antusias memanfaatkan layanan ini sehingga dapat memonitor kondisi kesehatannya sejak dini dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tegas dr. Ida Bagus Surya Wira Andi.

Untuk memastikan target dapat tercapai, Dinkes Tabanan juga akan memperketat evaluasi internal dengan melakukan pemantauan capaian program secara rutin setiap minggu. Melalui strategi SAPA CKG Ngayah Ring Desa dan dukungan seluruh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tabanan optimistis capaian Program Cek Kesehatan Gratis dapat terus meningkat sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER