BerandaDenpasarKoster Bangun Kerja Sama Bali, NTB, dan NTT, Fondasi Baru Kolaborasi Kawasan...

Koster Bangun Kerja Sama Bali, NTB, dan NTT, Fondasi Baru Kolaborasi Kawasan Sunda Kecil

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa gagasan membangun kerja sama regional antara Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan langkah strategis yang dirancang secara matang sebagai fondasi pembangunan kawasan Sunda Kecil. Kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat hubungan antardaerah, tetapi juga meningkatkan daya saing kawasan dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Menurut Koster, kerja sama tersebut bukan keputusan yang lahir secara tiba-tiba. Konsep kolaborasi telah melalui serangkaian pembahasan intensif selama beberapa bulan yang melibatkan ketiga pemerintah provinsi. Proses tersebut dimulai di Bali, berlanjut di NTB, hingga dipertegas di NTT sebagai komitmen bersama membangun kawasan Sunda Kecil yang lebih maju, terintegrasi, dan berdaya saing.

“Kerja sama ini dibangun dengan semangat baru sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini, namun tetap menjaga spirit historis Sunda Kecil sebagai fondasi membangun kemajuan bersama,” ujar Gubernur Wayan Koster, Minggu (19/7/2026).

Langkah awal kerja sama dimulai pada 3 November 2025 dalam pertemuan di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar. Saat itu, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menyepakati pentingnya membangun sinergi regional sebagai respons terhadap tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat dalam pertemuan lanjutan di Mandalika, NTB, pada 25 November 2025. Selanjutnya, komitmen kembali ditegaskan dalam pertemuan di Kupang, NTT, pada 28 Januari 2026, yang menjadi tonggak penting lahirnya kerja sama strategis kawasan Sunda Kecil.

Bagi Koster, kolaborasi tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar hubungan administratif antarpemerintah daerah. Kerja sama diarahkan untuk menciptakan pembangunan yang saling terintegrasi sehingga Bali, NTB, dan NTT mampu berkembang sebagai satu kawasan strategis yang saling melengkapi.

Baca Juga:  Pasokan BBM Buleleng di Bawah 50 Persen, Sutjidra Desak Pertamina

Berbagai sektor menjadi fokus utama kerja sama tersebut. Di bidang energi, ketiga provinsi akan mendorong pengembangan energi bersih dan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional. Sementara di sektor transportasi, kerja sama diarahkan pada peningkatan konektivitas antarpulau agar mobilitas masyarakat, barang, dan jasa menjadi semakin efisien.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi perhatian utama. Bali, NTB, dan NTT memiliki potensi wisata yang berbeda namun saling melengkapi. Kolaborasi antardaerah diharapkan mampu menghadirkan paket wisata regional yang lebih menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus meningkatkan pemerataan manfaat ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Tidak hanya itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur juga menjadi bagian dari agenda kerja sama. Pemerintah ketiga provinsi berkomitmen memperkuat kapasitas birokrasi melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional.

Menurut Koster, seluruh program tersebut tetap berada dalam koridor memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menegaskan bahwa kerja sama regional bukanlah upaya membentuk blok kewilayahan tersendiri, melainkan memperkuat sinergi pembangunan antarprovinsi dalam mendukung kepentingan nasional.

Secara historis, Bali, NTB, dan NTT memang memiliki hubungan yang erat. Ketiga wilayah tersebut pernah berada dalam satu kesatuan administrasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang pembentukan Provinsi Sunda Kecil. Meskipun kini masing-masing telah menjadi provinsi dengan undang-undang tersendiri, ikatan sejarah tersebut dinilai masih relevan sebagai modal membangun kolaborasi pada era modern.

Yang menarik, kerja sama ini justru lahir di tengah keberagaman yang dimiliki ketiga daerah. Bali dikenal sebagai provinsi dengan mayoritas masyarakat beragama Hindu, NTB mayoritas beragama Islam, sedangkan NTT didominasi masyarakat beragama Kristen.

Baca Juga:  Koster Hadiri Karya di Bangli, Sampaikan Fokus Pembangunan dan Stok BBM Bali

Dari sisi politik, ketiga gubernur juga berasal dari latar belakang partai yang berbeda. Wayan Koster merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Lalu Muhamad Iqbal merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi NTB, sedangkan Melkiades Laka Lena menjabat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Namun bagi Koster, perbedaan agama maupun afiliasi politik bukanlah penghalang untuk membangun kerja sama yang lebih besar.

“Perbedaan agama maupun latar belakang politik tidak menjadi penghalang. Justru keberagaman itu menjadi energi untuk membangun sinergi. Yang dikedepankan adalah kepentingan rakyat, memperkuat NKRI, dan mendorong kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Ia menilai tantangan pembangunan pada masa depan tidak lagi dapat diselesaikan dengan pendekatan sektoral ataupun ego kewilayahan. Persoalan perubahan iklim, ketahanan energi, konektivitas transportasi, daya saing pariwisata, hingga transformasi birokrasi membutuhkan kolaborasi lintas daerah yang lebih erat.

Karena itu, semangat kerja sama kawasan Sunda Kecil diharapkan menjadi model pembangunan regional yang mampu menjawab tantangan tersebut. Kolaborasi Bali, NTB, dan NTT diyakini dapat menciptakan efisiensi pembangunan, memperluas peluang investasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat posisi kawasan timur Indonesia dalam perekonomian nasional.

Koster optimistis, apabila kerja sama ini dijalankan secara konsisten, kawasan Sunda Kecil akan tumbuh sebagai pusat pembangunan baru yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih dari itu, sinergi antardaerah ini menjadi bukti bahwa keberagaman identitas, agama, dan pandangan politik dapat dipersatukan dalam semangat gotong royong demi meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkokoh persatuan bangsa, dan mewujudkan Indonesia yang semakin maju serta berkelanjutan.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER