BerandaTabananDari Koran Bekas Jadi Lampu Hias, Karya Warga Binaan Lapas Tabanan Curi...

Dari Koran Bekas Jadi Lampu Hias, Karya Warga Binaan Lapas Tabanan Curi Perhatian

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Kreativitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan mendapat perhatian masyarakat dalam Bazar UMKM “Peken Jasindo” yang digelar di kawasan Garuda Wisnu Singasana (GWS) Tabanan, Sabtu (22/8/2026).

Salah satu produk yang menjadi perhatian pengunjung adalah lampu hias berbahan koran bekas. Bahan sederhana yang biasanya dianggap sebagai barang tidak terpakai tersebut diolah menjadi kerajinan bernilai seni dan memiliki fungsi.

Keikutsertaan Lapas Tabanan dalam Bazar UMKM Peken Jasindo bukan sekadar untuk memamerkan produk. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus membuka peluang pemasaran produk kepada masyarakat.

Selain lampu hias dari koran bekas, sejumlah kerajinan lainnya juga dipamerkan. Produk tersebut meliputi keben, bokoran, kotak tisu, serta berbagai hasil kerajinan tangan yang dibuat melalui proses pembinaan di Lapas Tabanan.

Kehadiran lampu hias berbahan koran bekas menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas dapat mengubah bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pengunjung yang datang ke stan Lapas Tabanan dapat melihat secara langsung hasil karya Warga Binaan. Desain dan kreativitas dalam mengolah bahan menjadi produk fungsional membuat kerajinan tersebut menarik perhatian di tengah berbagai produk UMKM yang dipamerkan.

Salah seorang pengunjung, Made, mengaku terkesan setelah mengetahui bahan dasar lampu hias tersebut.

“Saya tidak menyangka kerajinan ini dibuat dari koran bekas. Hasilnya sangat kreatif dan memiliki nilai seni yang tinggi. Ini membuktikan bahwa banyak potensi dan bakat yang dimiliki Warga Binaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tiga Fraksi DPRD Tabanan Setujui APBD 2027

Respons tersebut menunjukkan bahwa produk hasil pembinaan Warga Binaan memiliki peluang untuk diterima masyarakat apabila dikembangkan secara konsisten, baik dari sisi kreativitas, kualitas maupun pemasaran.

Kepala Lapas Tabanan Basuki Raharjo mengatakan keikutsertaan dalam Bazar UMKM Peken Jasindo merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di dalam Lapas.

Menurut Basuki, Warga Binaan perlu diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap hasil karya Warga Binaan semakin dikenal masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan keterampilan yang dimiliki sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah memberikan ruang untuk memperkenalkan produk-produk ini,” ujar Basuki.

Pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam proses mempersiapkan Warga Binaan sebelum kembali ke lingkungan sosial.

Keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembinaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang memiliki nilai ekonomi.

Bazar UMKM Peken Jasindo memberikan kesempatan bagi Lapas Tabanan untuk memperluas pengenalan produk hasil pembinaan.

Selama ini, salah satu tantangan produk kerajinan adalah pemasaran. Produk yang memiliki kualitas baik tetap membutuhkan akses pasar agar dapat dikenal dan dibeli masyarakat.

Karena itu, keikutsertaan dalam kegiatan UMKM menjadi kesempatan penting untuk mempertemukan produk Warga Binaan dengan calon konsumen.

Selain memperkenalkan produk, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperoleh motivasi. Ketika hasil karya mendapatkan apresiasi dari masyarakat, semangat untuk meningkatkan keterampilan diharapkan semakin tumbuh.

Karya berupa lampu hias dari koran bekas juga memperlihatkan bahwa proses pembinaan dapat mendorong pemanfaatan bahan yang tersedia menjadi produk baru.

Baca Juga:  APBD Tabanan 2027 Dirancang Rp2,15 Triliun, Ini Rinciannya

Konsep tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Berbagai bahan sederhana dapat diolah menjadi kerajinan rumah tangga, dekorasi maupun produk bernilai jual apabila didukung kreativitas dan keterampilan yang memadai.

Bagi Lapas Tabanan, pengembangan produk Warga Binaan juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian.

Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat, sehingga mereka memiliki kemampuan produktif yang dapat dikembangkan sesuai minat dan peluang usaha.

Partisipasi Lapas Tabanan dalam Bazar UMKM Peken Jasindo sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sisi positif dari proses pembinaan di Lapas.

Warga Binaan tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menghasilkan karya. Produk yang dipamerkan menjadi bukti bahwa keterampilan dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

Dengan dukungan masyarakat, peluang pemasaran, serta pembinaan yang berkelanjutan, produk kerajinan Warga Binaan Lapas Tabanan diharapkan semakin berkembang.

Dari sebuah koran bekas menjadi lampu hias, kreativitas tersebut menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana dapat memiliki nilai ketika diolah dengan keterampilan dan ketekunan.

Keikutsertaan Lapas Tabanan dalam bazar UMKM akhirnya bukan hanya tentang menjual kerajinan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk berkarya, belajar mandiri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER