DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Permasalahan sampah merupakan masalah besar yang dihadapi oleh masyarakat permukiman perkotaan, pertambahan jumlah penduduk membawa implikasi terhadap volume sampah yang diproduksi oleh masyarakat.
Salah satu program kerja PKK adalah kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup, untuk mewujudkan program kerja tersebut tentu ibu-ibu PKK harus berperan aktif dalam pengelolaan sampah yang baik.
Sesungguhnya masih banyak yang harus kita lakukan di tingkat-tingkat Desa. Hatinya (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) PKK di desa-desa dan semua rumah sudah seharusnya menata halaman rumahnya dengan asri dan nyaman,”kata Ketua TIM Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster disela-sela acara sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus BKK Gerakan PKK dan Program Tim Penggerak PKK Provinsi Bali tahun 2020, di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (2/2/2020), di Rumah Dinas Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (2/2/2020).
Menurut Putri Koster, tiga bulan pertama ketika setelah dilantik kita sudah menyusun program itu membantu lewat pemberian bibit kepada desa-desa yang dipilih dan ditunjuk oleh Kabupaten/Kota masing-masing.
“Kita harus ikut mendukung Pergub terkait mengolah sampah dari sumbernya. Sampah itu dari Desa, harus selesai di desa-desa. Kita harus bersih tanpa mengotori desa yang lain. Kabupaten kita bersih tanpa mengotori di kabupaten yang lain,”katanya.
“Bali harus menjadi contoh. Kita sudah capek studi banding ke luar, tapi tidak pernah akan ada hasilnya.
Kita tidak boleh lupa menjaga generasi muda kita dari ancaman seperti halnya bahaya narkoba, pergaulan bebas. Dari situ kemudian akan muncul penyakit virus-virus yang menyebar di dalam tubuh.
Coba bayangkan kalau generasi muda kita yang ada adalah calon-calon pemimpin, 10 sampai 20 tahun mendatang sudah rusak.
Apa yang diharapkan oleh bangsa ini oleh pemimpin yang sudah tidak sehat. Kalau generasi milenial itu ada bayang-bayang kolonial kita tidak akan bisa bicara NKRI harga mati, karena kita sudah mati duluan oleh virus itu sendiri.
Sebagai tim penggerak PKK kita harus tularkan kepada ibu-ibu, kita sosialisasikan apa yang sedang mengancam kita, apa yang sedang kita hadapi, bagaimana mencari solusinya. Salah satu caranya adalah sosialisasi.
Hari ini kita bicara tentang membantu pemerintah mewujudkan Pergub tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, paling tidak kapan bisa kita wujudkan. Ayo bapak kepala desa pembina PKK di desa beserta ketua tim penggerak PKK Desa rame-rame berinovasi, berkreativitas.
Kita berkumpul salah satunya adalah supaya ibu-ibu dan suami tercinta memikirkan bagaimana sampahnya selesai di desa. Mau dijadikan pupuk.
Kita harus menjadi contoh, biarkan orang yang studi banding ke sini. Kalau kita studi banding ke luar artinya kita kalah dengan mereka. Biarkan mereka ke sini, kita bangga bahwa kita punya kelebihan yang harus dipelajari oleh orang lain,”jelasnya.
Saya selalu menekankan kepada pengurus PKK seluruh Bali adalah benar-benar teraplikasi. Agar semangat one island one managemant yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur itu bisa terwujud. Bali tidak akan dikatakan sejahtera bila ada satu saja masih kabupaten yang tertinggal. Oleh karenanya itu 9 kabupaten/kota itu harus sama-sama bergerak bersama, meningkatkan diri bersama. Itu nggak bisa hanya satu menonjol yang lainnya tidak, tidak akan dikatakan Bali sejahtera. Kita harus semangat dan bergeliat menjalankan program PKK.
Salah satu program PKK adalah kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup, untuk mewujudkan program kerja tersebut tentu ibu-ibu PKK harus berperan aktif dalam pengelolaan sampah yang baik, karena kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup berhubungan dengan keberadaan sampah disekitar. (mp/rls/hms)
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











