
TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut menghadiri undangan persembahyangan upacara Ngenteg Linggih, Mamungkah, dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem lan Prajapati Desa Adat Cepik, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (21/4). Acara ini menandai komitmen kuat Bupati Sanjaya dalam mendukung pelestarian tradisi, adat, agama, dan budaya di Kabupaten Tabanan.
Acara Ngenteg Linggih, yang puncaknya jatuh pada Anggara Kasih Tambir, 23 April, merupakan hasil dari kerjasama dan gotong-royong krama setempat, yang terdiri dari 197 KK dengan sumbangan per/KK sebesar 2,8 juta rupiah. Dalam pelaksanaannya, upacara Dewa Yadnya ini juga mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta sumbangan dari para donatur.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kerjasama masyarakat Desa Adat Cepik dalam membangun yadnya di salah satu Pura Kahyangan di desa tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dalam menjaga pelestarian adat, agama, dan budaya, serta mengingatkan akan nilai gotong-royong antara masyarakat dan pemerintah.
Sanjaya juga mengajak kembali masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan mewujudkan gotong-royong antara masyarakat dan pemerintah, dengan konsep saling asah, saling asih, saling asuh, dengan makna Pemerintah mengayomi yang dibawah, yang dibawah juga mengayomi yang diatas.
Dalam laporannya, Bendesa Adat, Dewa Nyoman Suwartama, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sanjaya dan jajaran, serta dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan upacara Ngenteg Linggih ini. Ia juga menginginkan agar pembangunan yang sudah baik ini terus ditingkatkan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan PJ Gubernur Bali, Anggota DPRD Bali, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, jajaran pimpinan OPD terkait, Camat Penebel, Perbekel, Bendesa Adat, serta tokoh masyarakat dan krama adat setempat yang nampak semangat bergotong-royong membangun Yadnya. Hal ini menjadi bukti nyata dukungan dan kebersamaan dalam menjaga tradisi dan adat istiadat di Kabupaten Tabanan.[*mp]