BerandaBerita UtamaBawaslu Tabanan Ngabuburit Pengawasan Bersama NU

Bawaslu Tabanan Ngabuburit Pengawasan Bersama NU

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Tabanan menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Sekretariat LAZISNU, Jalan Ciung Wanara, Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan pengawasan partisipatif dalam rangka menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Acara yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan I Made Winarya, jajaran sekretariat Bawaslu Tabanan, serta keluarga besar NU Kabupaten Tabanan yang terdiri dari berbagai unsur organisasi, seperti GP Ansor dan Muslimat NU.

Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana santai namun penuh makna. Selain menjadi momentum mempererat hubungan antara lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat, acara ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka menegaskan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal setiap proses pemilu,” tegas Wirka.

Ia menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki mandat yang diberikan oleh undang-undang untuk memastikan setiap proses pemilu berjalan sesuai aturan serta menjamin hak pilih warga negara tetap terlindungi.

“Bawaslu diberikan mandat oleh undang-undang untuk memastikan hak pilih warga negara terlindungi dan proses demokrasi berjalan dengan berintegritas,” ujarnya.

Menurut Wirka, pengawasan terhadap proses pemilu tidak dapat dilakukan secara maksimal jika hanya mengandalkan lembaga pengawas saja. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tabanan, untuk mengambil peran aktif dalam pengawasan partisipatif.

“Pengawasan pemilu tidak bisa hanya bertumpu pada lembaga pengawas. Dukungan luas dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan pemilu berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan I Made Winarya menyampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara Bawaslu dengan masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini masyarakat dapat lebih memahami peran dan fungsi Bawaslu dalam mengawasi jalannya proses demokrasi.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi berbagai potensi pelanggaran pemilu yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.

Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, pengawasan pemilu akan menjadi lebih efektif dan transparan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Tabanan. Kehadiran organisasi seperti GP Ansor dan Muslimat NU menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung terciptanya demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyambut baik inisiatif Bawaslu Tabanan dalam menggelar Ngabuburit Pengawasan. Mereka menilai kegiatan ini menjadi wadah yang baik untuk berdiskusi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap masyarakat tidak hanya menjadi pemilih yang aktif menggunakan hak suaranya, tetapi juga menjadi bagian dari pengawas partisipatif yang ikut mengawal proses demokrasi.

Dengan adanya sinergi antara lembaga pengawas dan masyarakat, diharapkan kualitas demokrasi di Kabupaten Tabanan dapat terus terjaga dengan baik.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam menghadapi agenda demokrasi mendatang, termasuk persiapan menuju Pemilu 2029.

Melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, proses pemilu diharapkan dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipilih oleh rakyat.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER