TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kearifan lokal Bali. Salah satunya melalui partisipasi dalam kegiatan Makerti Ayuning Danu yang digelar di kawasan suci Pura Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Minggu (8/3).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang memiliki makna spiritual sekaligus ekologis. Makerti Ayuning Danu sendiri merupakan ritual suci umat Hindu Bali sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap danau sebagai sumber kehidupan.
Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati I Made Dirga bersama Ny. Budiasih Dirga turut hadir dan mengikuti persembahyangan bersama yang digelar di kawasan pura yang berada di tepi Danau Beratan tersebut.
Persembahyangan berlangsung dengan khidmat dipuput oleh Ida Ratu Sulinggih dan diikuti oleh para pemangku, tokoh agama, serta undangan dari berbagai unsur masyarakat. Selain jajaran pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional I Made Susila Adnyana serta Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Wisnu Bawa Tenaya beserta jajaran.
Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, tokoh adat, serta umat Hindu yang bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan, keseimbangan alam, dan kesejahteraan masyarakat.
Selain persembahyangan bersama, rangkaian kegiatan Makerti Ayuning Danu juga diisi dengan berbagai aksi pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon di sekitar kawasan danau, penebaran benih ikan di perairan danau, serta prosesi pelepasan pakelem sebagai bagian dari tradisi spiritual masyarakat Bali.
Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kesucian alam serta kelestarian sumber air yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan masyarakat Bali, khususnya di wilayah Tabanan dan sekitarnya.
Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mendukung kegiatan keagamaan yang sekaligus mengandung nilai-nilai pelestarian lingkungan seperti Makerti Ayuning Danu.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Makerti Ayuning Danu bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga wujud nyata komitmen kita untuk menjaga kelestarian alam, khususnya sumber air. Alam yang terjaga akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjaga kelestarian alam sejalan dengan filosofi kehidupan masyarakat Bali, yaitu Tri Hita Karana yang menekankan pentingnya keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta kehidupan yang seimbang dan harmonis.
Lebih lanjut Dirga menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan juga selaras dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
Ia menyebutkan bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.
“Keseimbangan alam harus terus kita jaga bersama. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, di mana pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan nilai-nilai spiritual masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Dharma Santi Nasional, I Made Susila Adnyana, menyampaikan bahwa kegiatan Makerti Ayuning Danu memiliki makna spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Bali.
Menurutnya, tradisi ini merupakan warisan nilai luhur yang mengajarkan umat Hindu untuk selalu menghormati alam sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan.
Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian danau, hutan, serta sumber air merupakan bagian dari dharma atau kewajiban bersama yang harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Makerti Ayuning Danu menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat kesadaran spiritual sekaligus tanggung jawab moral dalam menjaga alam. Ketika manusia mampu menjaga keseimbangan dengan alam dan Sang Pencipta, maka keharmonisan kehidupan akan tercipta dan membawa kerahayuan bagi jagat semesta,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sehingga alam Bali tetap lestari dan mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











