BerandaDenpasarGiri Prasta Tanam 1.000 Mangrove Bersama SMSI di Tahura Ngurah Rai

Giri Prasta Tanam 1.000 Mangrove Bersama SMSI di Tahura Ngurah Rai

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas kepedulian insan pers yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) terhadap pelestarian lingkungan, khususnya keberlangsungan hutan mangrove di Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Senin (9/3).

Kegiatan yang melibatkan anggota SMSI Bali tersebut dilakukan di atas lahan seluas sekitar 50 hektare dengan pola arboretum mangrove. Dalam pola ini, bibit bakau atau mangrove ditanam dengan pengelompokan berdasarkan jenisnya, sehingga kawasan tersebut ke depan dapat difungsikan sebagai pusat edukasi sekaligus konservasi lingkungan pesisir.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta yang turut melakukan penanaman mangrove secara langsung menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif yang dilakukan para jurnalis. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa insan pers tidak hanya berperan dalam menyebarkan informasi, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam menjaga kelestarian alam.

“Hari ini secara nyata ditunjukkan dengan melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa dari teman-teman media,” ujar Giri Prasta.

Ia juga meminta kepada pengelola kawasan Arboretum Mangrove agar melakukan pembenahan areal hutan mangrove tersebut, termasuk penataan jembatan kayu yang berada di kawasan tersebut. Dengan penataan yang baik, kawasan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para pelajar.

Menurutnya, kawasan hutan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai lokasi pembelajaran alam bagi generasi muda. Anak-anak sekolah dapat mempelajari berbagai jenis mangrove, manfaatnya bagi ekosistem, serta pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Giri Prasta juga menyinggung kondisi beberapa hutan mangrove yang sempat dilaporkan mengalami kematian beberapa waktu lalu. Ia mengajak seluruh pihak agar tidak terprovokasi oleh isu tersebut, melainkan menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menanam kembali mangrove yang rusak.

“Beberapa pekan lalu memang ada mangrove yang mati. Namun kita jangan terkecoh atau terprovokasi. Justru ini menjadi momentum untuk bersama-sama menanam kembali mangrove di kawasan ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai memiliki luas sekitar 1.337 hektare. Dengan upaya penanaman kembali yang dilakukan secara berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan dapat kembali terisi dan berfungsi optimal sebagai benteng alami bagi pesisir Bali.

Mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan. Selain berfungsi menahan gelombang laut dan mencegah abrasi pantai, ekosistem mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut untuk berkembang biak.

“Keberadaan mangrove sangat penting bagi alam. Mangrove mampu menahan gelombang laut, menjadi tempat berkembang biak bagi biota laut, serta menghasilkan oksigen bagi kehidupan,” jelasnya.

Selain aspek lingkungan, Giri Prasta juga menilai hutan mangrove memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara bijak. Bahkan buah mangrove dapat diolah menjadi tepung yang berpotensi mendukung ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta juga menyampaikan bahwa peran media sangat penting dalam menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Ia meyakini SMSI sebagai organisasi media siber mampu mengawal arus informasi secara transparan, cepat, dan tepat.

Baca Juga:  Tanah Hibah KPK Tabanan Disiapkan Jadi Greenhouse Hortikultura

“SMSI sangat dibutuhkan masyarakat saat ini karena media daring bergerak cepat dalam menyajikan informasi. Selain itu, media juga memiliki peran penting sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun berharap keberadaan media online dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang konstruktif, khususnya terkait isu lingkungan dan pelestarian alam.

Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Bali, Imanuel Dewata Oja, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 melalui kegiatan bertajuk “Wartawan Peduli Mangrove”.

Menurutnya, aksi sosial berupa penanaman 1.000 bibit mangrove ini merupakan bentuk kepedulian para jurnalis terhadap kelestarian lingkungan di Bali. Melalui kegiatan ini, para wartawan ingin menunjukkan bahwa profesi jurnalis juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga alam.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian jurnalis terhadap lingkungan. Selain menjalankan fungsi jurnalistik, kami juga ingin terlibat langsung dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai-nilai keharmonisan antara manusia dengan lingkungan, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan sesama. Dengan semangat tersebut, diharapkan upaya pelestarian mangrove dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Melalui gerakan penanaman mangrove ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir semakin meningkat. Dengan prinsip “satu pohon mangrove sejuta manfaat”, kawasan mangrove diyakini mampu menjadi benteng alami yang menjaga keseimbangan alam sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi masyarakat.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER