BerandaDenpasarGubernur Koster Diundang Jadi Pembicara Nusa Dua Forum 2026, Perkuat Posisi Bali...

Gubernur Koster Diundang Jadi Pembicara Nusa Dua Forum 2026, Perkuat Posisi Bali sebagai Pusat Investasi Global

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan resmi untuk menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026, forum investasi internasional bergengsi yang akan mempertemukan para pemimpin bisnis, investor global, sovereign wealth fund, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara Asia. Kegiatan tersebut akan berlangsung di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 17 Juli 2026.

Undangan resmi itu disampaikan langsung oleh Publisher & Chief Executive South China Morning Post (SCMP), Tammy Tam, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Kamis (16/7).

Dalam pertemuan tersebut, Tammy Tam menjelaskan bahwa Nusa Dua Forum 2026 merupakan forum investasi eksklusif hasil kolaborasi South China Morning Post (SCMP) dan Danantara Indonesia. Forum ini dirancang sebagai jembatan strategis yang menghubungkan pusat-pusat modal utama Asia, khususnya Hong Kong dan kawasan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar-pasar berkembang di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia.

Menurutnya, forum ini menjadi salah satu inisiatif investasi swasta paling bergengsi di kawasan Asia karena mempertemukan pemilik kelompok usaha keluarga, generasi penerus bisnis, investor institusional, sovereign wealth fund, private wealth, hingga pengambil keputusan investasi dari berbagai negara untuk membangun kolaborasi investasi jangka panjang di Indonesia.

Tam menilai kehadiran Gubernur Wayan Koster sebagai pembicara sangat penting mengingat Bali kini dikenal sebagai daerah yang konsisten menerapkan pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau. Di bawah kepemimpinannya, Bali juga beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang mempertemukan kepala negara, investor, akademisi, hingga pelaku industri untuk membahas isu-isu strategis dunia.

Forum yang hanya diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta undangan tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh penting dunia investasi. Di antaranya Deputy Secretary for Justice Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR) Horace Cheung, anggota Executive Council HKSAR Jeffrey Lam, Chief Executive Officer Blue Pool Capital Oliver Weisberg, CEO Hong Kong Investment Corporation Clara Chan, President dan Co-Founder Gaw Capital Kenneth Gaw, serta sejumlah pemimpin perusahaan investasi lainnya dari kawasan Asia.

Baca Juga:  Andriya Frederica Tembus Final Bupati Badung Open 2026

Sementara dari Indonesia, sejumlah tokoh yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Rosan Roeslani, Deputy CEO MNC OTT Network Clarissa Tanoesoedibjo, serta pimpinan berbagai perusahaan nasional terkemuka.

Penyelenggaraan Nusa Dua Forum 2026 di Bali dinilai selaras dengan arah pembangunan jangka panjang Pemerintah Provinsi Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125. Dokumen strategis tersebut menjadi fondasi pembangunan Bali menuju pusat peradaban dunia yang berlandaskan nilai-nilai budaya Bali, berdaya saing global, sekaligus berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, Gubernur Wayan Koster terus mendorong transformasi ekonomi Bali agar tidak lagi hanya bergantung pada sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali kini mengembangkan berbagai sektor strategis seperti ekonomi kreatif, ekonomi digital, investasi berkualitas, energi bersih dan terbarukan, pertanian modern, industri berbasis budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur terintegrasi, pengembangan energi bersih, pengendalian alih fungsi lahan pertanian produktif, penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, hingga pengelolaan sampah berbasis sumber yang kini menjadi perhatian berbagai daerah di Indonesia maupun dunia.

Gubernur Wayan Koster juga menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke Bali harus tetap berpedoman pada prinsip pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai filosofi Sad Kerthi. Karena itu, forum internasional seperti Nusa Dua Forum menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada investor global sekaligus membuka peluang investasi yang berkualitas, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.

Baca Juga:  Koster Gelar Psikotes 40 Pejabat Eselon II Pemprov Bali

Dalam agenda forum, para peserta akan mengikuti berbagai sesi strategis yang membahas masa depan investasi dan transformasi ekonomi Asia. Salah satu sesi utama bertajuk “Bridging Mandates: What Sovereign Capital and Private Wealth Can Learn From Each Other”, yang membahas sinergi antara modal negara dan modal swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, forum juga menghadirkan sesi pleno “Capital Crossroads – Sovereign Capital as Catalyst: How Southeast Asia’s State-Directed Funds Are Redrawing the Investment Map”, yang mengulas peran dana investasi negara dalam membentuk peta investasi baru di kawasan Asia Tenggara.

Berbagai panel diskusi lainnya akan membahas peluang investasi Indonesia bagi keluarga investor Asia, perkembangan industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pembangunan rantai pasok baterai kendaraan listrik, industri digital, pengembangan ASEAN Power Grid, hingga peran generasi penerus dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan keluarga di Asia.

Penyelenggara menilai forum ini menjadi kesempatan langka bagi para peserta untuk berdialog langsung dengan para pembuat kebijakan Indonesia, memperoleh akses terhadap berbagai peluang investasi melalui pipeline Danantara Indonesia, sekaligus membangun jejaring dengan pengelola modal keluarga terbesar dan investor terkemuka di kawasan Asia.

Kehadiran Nusa Dua Forum 2026 semakin memperkuat posisi Bali sebagai global meeting hub, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat dialog internasional mengenai investasi, ekonomi hijau, transformasi digital, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER