BerandaDenpasarBimtek Posyandu Bali 2026 Dibuka, Ny. Putri Koster Tekankan Peran Baru Kader

Bimtek Posyandu Bali 2026 Dibuka, Ny. Putri Koster Tekankan Peran Baru Kader

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Peran Posyandu di Bali terus berkembang seiring semakin luasnya kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian dalam Bimtek Posyandu Bali 2026 yang dibuka Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 tersebut diikuti 111 kader Posyandu dari Kabupaten Jembrana. Bimtek berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, dengan fokus meningkatkan pemahaman serta kompetensi kader dalam menjalankan pelayanan Posyandu yang kini memiliki cakupan lebih luas.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster mengingatkan bahwa Posyandu tidak lagi sebatas tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak. Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga bidang sosial.

Perubahan tersebut membuat kader memiliki tanggung jawab yang semakin strategis. Mereka dituntut tidak hanya memahami pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu mendampingi dan mengedukasi masyarakat mengenai berbagai kebutuhan dasar.

Ny. Putri Koster mengatakan kader Posyandu harus mampu menjalankan peran sebagai edukator, motivator, sekaligus fasilitator. Kehadiran kader di tengah masyarakat dinilai penting karena mereka berinteraksi langsung dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kader juga memiliki ruang pengabdian yang semakin luas. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan anak, hingga penguatan solidaritas sosial menjadi bagian yang perlu terus didorong.

Ia menilai pembangunan yang berkualitas berawal dari keluarga yang sehat dan lingkungan yang tertata. Karena itu, keberadaan kader Posyandu menjadi penting dalam membantu pemerintah menyampaikan berbagai program sekaligus mendorong perubahan positif di tingkat masyarakat.

Melalui Bimtek Posyandu Bali 2026, Ny. Putri Koster berharap para kader dapat memahami secara lebih utuh tugas dan fungsi Posyandu dalam enam bidang SPM. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti selama pelatihan, tetapi diterapkan di wilayah masing-masing.

Selain meningkatkan kapasitas kader, Bimtek juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara Posyandu dengan pemerintah desa, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelayanan dasar masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

“Dengan kader yang memiliki kapasitas dan semangat pengabdian, kita berharap Posyandu dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan Bali yang sehat, maju, harmonis, dan berkelanjutan,” ujar Ny. Putri Koster.

Sementara itu, Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, menyampaikan bahwa seluruh 111 peserta merupakan kader Posyandu dari Kabupaten Jembrana. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan pemahaman kader mengenai penyelenggaraan Posyandu enam bidang SPM.

Baca Juga:  Bali Tetapkan 6 Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika 2026–2030

Selain mendapatkan penguatan pengetahuan, peserta juga diarahkan meningkatkan kemampuan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sesuai bidang pelayanan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antara kader, pemerintah desa, perangkat daerah, dan pihak terkait.

Bimtek tersebut juga diarahkan untuk mengoptimalkan posisi Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Dengan peran yang semakin luas, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan warga.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kader di tingkat akar rumput. Dengan penguatan kapasitas tersebut, Posyandu diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi pelayanan sekaligus menjadi penggerak pembangunan dari keluarga hingga desa.

Pada akhirnya, keberhasilan transformasi Posyandu tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga kesiapan kader yang berada paling dekat dengan masyarakat. Penguatan kompetensi melalui Bimtek menjadi langkah penting agar pelayanan dasar dapat berlangsung lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan di Bali.

Penguatan kapasitas kader diharapkan mampu mempercepat transformasi Posyandu di Bali agar semakin responsif terhadap kebutuhan warga. Dengan kolaborasi yang kuat, Posyandu dapat terus hadir sebagai ruang pelayanan, edukasi, pemberdayaan, dan penggerak pembangunan masyarakat hingga tingkat desa secara berkelanjutan.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER