BerandaTabananCKG Tabanan Layani 1.864 Pegawai, Hipertensi Jadi Faktor Risiko Terbanyak

CKG Tabanan Layani 1.864 Pegawai, Hipertensi Jadi Faktor Risiko Terbanyak

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tabanan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan telah melayani 1.864 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Dari hasil skrining, hipertensi menjadi faktor risiko yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 275 orang.

Program CKG tersebut menyasar pegawai pada 40 perangkat daerah di Kabupaten Tabanan. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sejak 22 Juni hingga 30 Juli 2026 sebagai upaya mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan kerja.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, S.Ked., M.M., mengatakan sebanyak 1.864 pegawai telah mengikuti pemeriksaan dari total sasaran 3.149 orang. Capaian tersebut setara dengan sekitar 59,20 persen dari keseluruhan sasaran.

Menurut dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang bersifat preventif. Dengan pemeriksaan sejak dini, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah penanganan maupun perubahan pola hidup dapat dilakukan lebih awal.

“CKG merupakan bagian dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan preventif. Melalui deteksi dini ini, pegawai dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga produktivitas kerja tetap terjaga,” ujar dr. Ida Bagus Surya Wira Andi.

Pemeriksaan tersebut tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi kesehatan pegawai saat ini, tetapi juga membantu menemukan faktor risiko penyakit tidak menular yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

Berdasarkan hasil skrining kesehatan yang dilakukan dan diinput ke dalam aplikasi Satu Sehat Indonesiaku (SSI), terdapat sejumlah faktor risiko yang ditemukan pada pegawai Pemkab Tabanan.

Hipertensi menjadi temuan terbanyak dengan jumlah 275 orang. Selanjutnya, diabetes melitus ditemukan pada 65 orang, obesitas sentral sebanyak 15 orang, merokok 4 orang, penyakit jantung 2 orang, serta prediabetes sebanyak 1 orang.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa gejala yang dirasakan secara jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengenali faktor risiko lebih dini.

Hasil skrining juga dapat menjadi dasar bagi pegawai untuk mendapatkan konseling dan melakukan perubahan gaya hidup sesuai kebutuhan masing-masing.

Dari total 3.149 pegawai yang menjadi sasaran, masih terdapat 1.285 orang atau sekitar 40,80 persen yang belum mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan menyebut sejumlah kendala menjadi penyebab sebagian pegawai belum mendapatkan layanan CKG. Di antaranya tugas luar, jadwal kerja shift, cuti, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum valid.

Baca Juga:  Bakesbangpol Tabanan Perkuat Data Ormas Lewat SIKEDAS

Kepala Dinas Kesehatan mengimbau pegawai yang belum mengikuti pemeriksaan agar segera melakukan pemeriksaan susulan.

“Bagi pegawai yang belum sempat terlayani, kami arahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri di puskesmas terdekat. Kami juga terus berkoordinasi dengan FKTP dan tim pengelola data agar seluruh pegawai mendapatkan tindak lanjut dan konseling kesehatan yang memadai,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan berharap program CKG tidak berhenti sebagai kegiatan pemeriksaan rutin. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan aparatur sipil negara untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing.

Kesadaran melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi penting, terutama untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Melalui Cek Kesehatan Gratis, Pemkab Tabanan berupaya membangun lingkungan kerja yang lebih sehat. Dengan kesehatan pegawai yang terjaga, produktivitas kerja diharapkan tetap optimal sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER