JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com — Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, resmi dimulai melalui Groundbreaking Ceremony yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono, Selasa (29/9/2026).
Proyek dengan nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan berskala nasional sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi Bali, khususnya Kabupaten Jembrana.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pembangunan PPN Pengambengan memiliki arti strategis bagi pengembangan ekonomi Bali karena akan memperkuat sektor kelautan dan perikanan.
“Program ini sangat luar biasa. Ini akan menjadi pelabuhan perikanan nasional terbesar di Indonesia yang akan mengembangkan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para nelayan di Bali,” ujar Koster.
PPN Pengambengan dirancang bukan sekadar menjadi tempat kapal bersandar. Pelabuhan tersebut akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir.
Aktivitas yang direncanakan mencakup pelayanan kapal, penanganan hasil tangkapan, pengolahan hasil perikanan hingga pemasaran.
Dengan konsep tersebut, keberadaan PPN Pengambengan diharapkan mampu membangun ekosistem usaha perikanan yang lebih terintegrasi sekaligus menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan berkelanjutan.
Bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan, pengembangan fasilitas pelabuhan diharapkan dapat memperkuat rantai usaha mulai dari aktivitas penangkapan hingga produk perikanan memiliki nilai tambah dan masuk ke pasar yang lebih luas.
Koster menyebut pengembangan PPN Pengambengan sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Bali.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Bali ke depan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Sejumlah sektor unggulan lainnya perlu diperkuat untuk membangun struktur ekonomi yang lebih beragam.
Sektor tersebut antara lain pertanian, kelautan dan perikanan, industri branding Bali, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif dan digital.
“Mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah mewujudkan program ini. PPN Pengambengan ini sudah menjadi keinginan Pemerintah Provinsi Bali sejak lama, yaitu membangun perekonomian Bali berbasis kelautan,” kata Koster.
Ia menilai PPN Pengambengan nantinya dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali, terutama bagi masyarakat Jembrana yang selama ini memiliki aktivitas ekonomi yang erat dengan sektor kelautan dan perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan PPN Pengambengan merupakan pelabuhan perikanan nasional kedua yang akan dibangun setelah PPN Kejawanan di Cirebon.
Nilai proyek PPN Pengambengan mencapai Rp1,2 triliun, lebih besar dibandingkan PPN Kejawanan yang berada di kisaran Rp400 miliar.
Besarnya nilai investasi tersebut disesuaikan dengan jumlah kapal yang akan dilayani serta posisi Pengambengan yang berdekatan dengan WPPNRI 718, kawasan yang memiliki potensi sumber daya perikanan bernilai ekonomi tinggi.
“Harapannya, di sini menjadi tempat premium fish yang bisa langsung ditujukan untuk ekspor,” ujar Trenggono.
Pengembangan tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2028 atau awal 2029.
Selain menjadi pusat aktivitas perikanan, PPN Pengambengan juga diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata baru yang ikut menggerakkan perekonomian kawasan.
Konsep pelabuhan yang dibangun diarahkan agar modern, bersih dan tertata. Pemerintah berharap fasilitas tersebut nantinya mampu menjadi pusat aktivitas perikanan yang memiliki standar pelayanan tinggi.
Pengembangan PPN Pengambengan juga diharapkan memberikan efek ekonomi berantai bagi masyarakat sekitar, mulai dari nelayan, pelaku usaha pengolahan hasil laut, UMKM hingga sektor jasa.
Groundbreaking pembangunan PPN Pengambengan turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana.
Dengan investasi Rp1,2 triliun dan target penyelesaian pada akhir 2028 atau awal 2029, PPN Pengambengan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pengembangan ekonomi kelautan Bali sekaligus memperkuat posisi Jembrana sebagai salah satu kawasan perikanan strategis di Pulau Dewata.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!










