DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster, secara resmi membuka kegiatan Bina Posyandu Tahun 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Bali. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026 ini diikuti oleh para kader Posyandu dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Kegiatan Bina Posyandu 2026 merupakan program pembinaan yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman kader mengenai tugas dan tanggung jawab mereka dalam pelayanan masyarakat. Berbeda dengan sebelumnya yang lebih berfokus pada pelayanan kesehatan, kini kader Posyandu juga diarahkan untuk memahami berbagai sektor pelayanan dasar yang menjadi bagian dari pembangunan masyarakat.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan di Bapelkesmas Bali pada Selasa (10/3), Putri Koster menjelaskan bahwa pembinaan ini digelar untuk menyamakan persepsi seluruh kader Posyandu terkait perubahan peran mereka di tengah masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan para kader Posyandu dari seluruh kabupaten/kota di Bali yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat di tingkat desa dan banjar. Para kader tersebut mendapat pembekalan langsung dari tim pembina Posyandu tingkat provinsi.
Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Koster menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan tugas secara optimal di tengah perubahan sistem pelayanan publik.
Kegiatan Bina Posyandu ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni 10 hingga 12 Maret 2026, bertempat di Bapelkesmas Bali di Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Bali dengan format pembinaan yang lebih luas dan terintegrasi.
Putri Koster menjelaskan bahwa Posyandu kini tidak lagi hanya fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Seiring dengan kebijakan pemerintah mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM), kader Posyandu juga memiliki peran dalam mengawal berbagai aspek pelayanan dasar di masyarakat.
Enam bidang Standar Pelayanan Minimal tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).
Menurutnya, dengan memahami setiap bidang tersebut, kader Posyandu dapat lebih mudah mendeteksi berbagai permasalahan yang muncul di lingkungan masyarakat.
“Saat memberikan layanan, apabila kader berhadapan dengan masalah yang bukan di bidangnya, maka kader disarankan untuk mencatat dan melaporkannya kepada pimpinan yang membidangi agar segera dapat ditindaklanjuti,” tegas Putri Koster.
Putri Koster menekankan bahwa kader Posyandu harus terus meningkatkan kemampuan dan keahlian dalam menjalankan tugasnya. Ia juga mendorong para kader untuk memperkuat kerja sama antarbidang sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara terpadu.
Sebagai pembina Posyandu, ia menegaskan bahwa pembinaan harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat desa. Hal ini penting agar para kader memiliki pemahaman yang sama mengenai peran mereka dalam mendukung program pemerintah.
Di tingkat provinsi, tim pembina Posyandu diharapkan mampu memberikan pengetahuan serta tambahan wawasan kepada para kader terkait tugas dan fungsi mereka dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Menurut Putri Koster, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada langsung di tengah masyarakat dan menjadi ujung tombak berbagai program pembangunan sosial dan kesehatan.
“Kita wajib berada di tengah masyarakat karena sebagai pembina Posyandu memiliki tanggung jawab untuk mengawal jalannya berbagai program yang sedang dilaksanakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga menitipkan pesan kepada para kader Posyandu agar ikut mengawal program pengelolaan sampah berbasis sumber melalui gerakan Palemahan Kedas.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah tangga. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini dapat membantu mempercepat proses pengelolaan sampah serta mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
“Mari biasakan memilah sampah sejak dari rumah. Selain membangun kebiasaan baik, hal ini juga membantu petugas dalam proses pengangkutan dan pemilahan sampah,” jelasnya.
Melalui kegiatan Bina Posyandu ini, diharapkan para kader semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga mampu bergerak bersama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali di berbagai bidang kehidupan.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











