TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan menekan angka stunting membuahkan hasil signifikan. Prevalensi stunting kini turun menjadi 2,7 persen, menjadikan Tabanan sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik di Bali.
Namun, Bupati I Komang Gede Sanjaya menegaskan perjuangan belum selesai. Melalui Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026, seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga perguruan tinggi kembali disatukan untuk memastikan setiap anak Tabanan tumbuh sehat dan bebas stunting.
Upaya tersebut kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tabanan di Ruang Rapat Lantai III Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Selasa (7/7/2026).
Rakor dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, perguruan tinggi, Tim Penggerak PKK, hingga berbagai pemangku kepentingan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabanan.
Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, sekaligus memperkuat implementasi delapan aksi konvergensi yang menjadi indikator nasional dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program kesehatan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, generasi yang sehat, cerdas, dan produktif merupakan fondasi utama untuk mewujudkan visi pembangunan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
“Penurunan stunting harus menjadi gerakan bersama. Saya mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi. Dengan semangat gotong royong dan kerja yang terintegrasi, kita optimistis mampu melahirkan generasi Tabanan yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Bupati Sanjaya.
Ia menilai, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), karena periode tersebut menjadi fase paling menentukan bagi pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan anak.
Kepala Bappeda Kabupaten Tabanan I Gede Urip Gunawan menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah melalui pendekatan yang terintegrasi.
Menurutnya, Rakor ini bertujuan memastikan seluruh OPD bergerak dalam arah yang sama melalui penguatan pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
“Sinergi seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, puskesmas, perguruan tinggi, TP PKK, dunia usaha hingga media menjadi faktor penting agar intervensi yang dilakukan semakin tepat sasaran,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tabanan telah menetapkan 18 desa lokus prioritas stunting Tahun 2026 yang tersebar di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, Selemadeg Timur, Kerambitan, Penebel, dan Pupuan.
Di desa-desa tersebut, seluruh perangkat daerah diarahkan mengoptimalkan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif berdasarkan hasil analisis situasi sehingga penanganan menjadi lebih efektif.
Pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabanan kini mengintegrasikan 31 indikator layanan konvergensi yang mencakup berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat.
Indikator tersebut meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita, pendampingan remaja putri, calon pengantin, pemenuhan akses air minum aman, sanitasi layak, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), administrasi kependudukan, hingga pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi keluarga.
Pendekatan tersebut dipadukan dengan berbagai inovasi daerah yang selama ini telah berjalan, seperti BEST GENRE Tabanan, Semara Ratih ,KERABAT KITA ,Gemarikan.
Program-program tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan balita, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, gizi seimbang, serta pencegahan stunting sejak remaja.
Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Berdasarkan data e-PPGBM Tahun 2025, dengan tingkat kelengkapan pengukuran balita mencapai 98,9 persen, prevalensi stunting di Kabupaten Tabanan berhasil ditekan menjadi 2,7 persen.
Angka tersebut diperoleh dari hasil pengukuran terhadap 20.994 balita yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi program konvergensi lintas sektor yang dilakukan secara konsisten.
Keberhasilan Kabupaten Tabanan dalam mengendalikan angka stunting juga mendapat pengakuan di tingkat regional.
Kabupaten Tabanan berhasil meraih Juara III Regional Jawa-Bali pada kategori Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa strategi pembangunan manusia yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tabanan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Kepala Bappeda berharap seluruh perangkat daerah terus menjaga komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas data, memperkuat koordinasi, serta memastikan seluruh program benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis target penurunan stunting di Kabupaten Tabanan akan terus tercapai sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan menjadi modal utama pembangunan daerah di masa depan,” pungkasnya.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











