BerandaDenpasarGround Breaking PSEL Bali Dimulai, Koster Targetkan Sampah Tuntas 2028

Ground Breaking PSEL Bali Dimulai, Koster Targetkan Sampah Tuntas 2028

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Provinsi Bali memasuki babak baru dalam penanganan persoalan sampah melalui dimulainya pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7/2026). Proyek strategis nasional ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi hijau di Pulau Dewata.

Ground breaking PSEL Bali menjadi tonggak penting karena merupakan proyek pertama yang direalisasikan dalam program percepatan pembangunan PSEL nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Dengan investasi sekitar Rp3 triliun, fasilitas ini akan mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan listrik ramah lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dimulainya pembangunan PSEL pada hari yang dianggap baik menurut kalender Bali merupakan bentuk doa dan harapan agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai tepat waktu.

Menurutnya, proyek ini merupakan jawaban atas persoalan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan besar bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Niat baik Bapak Presiden dijalankan dengan cara yang baik, memilih hari yang baik untuk memulai pembangunan PSEL ini,” ujar Koster.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar telah berbagi tugas dalam mempercepat realisasi proyek tersebut.

Pemerintah Kota Denpasar bersama Pelindo menyediakan lahan seluas sekitar enam hektare, sementara Pemerintah Provinsi Bali bertanggung jawab melakukan pematangan lahan sehingga pembangunan dapat segera dimulai.

Koster optimistis pembangunan dapat selesai dalam waktu sekitar satu tahun delapan bulan atau Oktober 2027 sehingga fasilitas dapat memasuki tahap operasional komersial pada Semester I Tahun 2028.

Baca Juga:  Bali Raih Penghargaan KPK, Indeks Integritas Pendidikan 74,08

“Jika PSEL ini selesai, maka persoalan sampah di Bali dapat ditangani secara tuntas,” tegasnya.

Menurut Gubernur Koster, keberadaan PSEL memiliki arti strategis karena sektor pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali telah mencapai lebih dari 16 juta orang, terdiri atas sekitar 7,5 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Bali mencapai sekitar 65 persen, sehingga kualitas lingkungan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing Pulau Dewata sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Karena itu, penyelesaian persoalan sampah dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda lagi.

“Mewakili Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Bali, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas dukungan pembangunan PSEL ini. Kami akan mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai target,” ujar Koster.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembangunan PSEL Bali merupakan hasil sinergi berbagai pihak.

Ia menegaskan arahan Presiden agar persoalan sampah segera diselesaikan melalui pembangunan infrastruktur modern yang tetap mengedepankan tata kelola yang baik.

“Tanpa sinergi seluruh pihak, proyek ini tidak mungkin berjalan cepat seperti sekarang. Kami optimistis pembangunan PSEL Bali dapat selesai sesuai target,” katanya.

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, Danantara, serta seluruh pemangku kepentingan yang berhasil mempercepat dimulainya pembangunan.

Menurutnya, penyederhanaan regulasi menjadi salah satu faktor utama yang membuat proyek strategis nasional tersebut dapat segera direalisasikan.

Baca Juga:  Koster Dorong APBN Perkuat Infrastruktur Strategis Bali

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa PSEL Bali akan menggunakan teknologi moving grate incinerator, teknologi pengolahan sampah modern yang telah banyak diterapkan di berbagai negara maju.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi Air Pollution Control System (APCS) berlapis dengan standar emisi European Union Industrial Emissions Directive (EU IED).

Teknologi ini diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 80 persen dibandingkan metode pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Selain mengurangi volume sampah secara signifikan, PSEL Bali juga diproyeksikan mampu memasok kebutuhan listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga.

Keberadaan PSEL Bali tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.

Selama masa konstruksi hingga operasional, proyek ini diperkirakan mampu menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.

Menariknya, desain kawasan PSEL juga mengusung filosofi Tri Hita Karana dengan sentuhan arsitektur khas Bali, penggunaan material lokal, serta dilengkapi visitor center dan jalur edukasi bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum.

Melalui pembangunan PSEL Bali, Pemerintah Provinsi Bali berharap persoalan sampah dapat ditangani secara menyeluruh, memperkuat ketahanan energi bersih, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi modern dan kolaborasi lintas sektor, proyek ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah nasional yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER