TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Lapas bersih dari narkoba melalui pelaksanaan tes urine terhadap petugas dan warga binaan, Rabu (8/7/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini sekaligus penguatan pengawasan internal guna memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman, bersih, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Pelaksanaan tes urine tersebut tidak hanya menjadi rutinitas pengawasan, tetapi juga merupakan bentuk nyata implementasi komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) yang terus digencarkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Seluruh peserta yang mengikuti pemeriksaan dinyatakan negatif narkoba, menandakan bahwa budaya integritas dan kedisiplinan di lingkungan Lapas Tabanan terus terjaga dengan baik.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa pemberantasan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari komitmen seluruh elemen di dalam lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat tidak hanya bergantung pada pengawasan terhadap warga binaan, tetapi juga harus diawali dengan integritas petugas sebagai garda terdepan pelayanan pemasyarakatan.
“Komitmen zero narkoba harus dimulai dari diri kita sendiri. Petugas dan warga binaan memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan Lapas yang bersih, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” tegas Prawira.
Ia menambahkan, komitmen tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai slogan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.
“Siapa pun yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas Tabanan,” ujarnya.
Tes urine dilakukan oleh Tim Medis Lapas Kelas IIB Tabanan terhadap sejumlah petugas serta warga binaan yang telah ditentukan.
Pemeriksaan dilakukan secara profesional sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan hasil yang akurat dan objektif.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh peserta dinyatakan negatif menggunakan narkotika.
Capaian ini menjadi indikator bahwa sistem pengawasan internal berjalan efektif sekaligus menunjukkan tingginya komitmen seluruh jajaran dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.
Menurut Prawira, hasil negatif tersebut bukan berarti pengawasan akan dikurangi.
Sebaliknya, hasil tersebut menjadi motivasi agar seluruh jajaran terus meningkatkan disiplin dan kewaspadaan dalam menjaga lingkungan kerja yang sehat serta profesional.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Tabanan, Nur Bagus Wahyudi, menjelaskan bahwa tes urine berkala merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan tindakan represif setelah pelanggaran terjadi.
“Pencegahan selalu lebih efektif daripada penindakan. Melalui tes urine berkala kami dapat memastikan lingkungan Lapas tetap steril dari penyalahgunaan narkoba sehingga seluruh program pembinaan maupun pelayanan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai tujuan pemasyarakatan,” jelas Nur Bagus.
Ia mengatakan, keberhasilan menjaga lingkungan lapas yang bebas narkoba akan memberikan dampak positif terhadap proses pembinaan warga binaan.
Lingkungan yang aman dan kondusif memungkinkan seluruh program pembinaan kepribadian maupun kemandirian berjalan lebih optimal.
Lapas Tabanan memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan internal.
Selain tes urine, pengawasan terhadap potensi masuknya barang terlarang ke dalam lapas juga terus diperketat melalui pemeriksaan rutin terhadap pengunjung, barang bawaan, hingga penguatan pengamanan di setiap blok hunian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Lapas Tabanan juga terus mengedepankan pendekatan preventif melalui pembinaan, edukasi, serta peningkatan kesadaran seluruh warga binaan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Pelaksanaan tes urine ini juga sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bebas dari peredaran gelap narkoba.
Melalui sinergi antara petugas, tenaga medis, aparat penegak hukum, serta warga binaan, Lapas Tabanan optimistis mampu mempertahankan predikat sebagai lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif.
Ke depan, penguatan budaya integritas, peningkatan disiplin, serta pengawasan berkelanjutan akan terus menjadi prioritas agar seluruh layanan pemasyarakatan berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan memberikan manfaat bagi proses pembinaan warga binaan menuju reintegrasi sosial.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











