TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan terus memperkuat perannya sebagai pengawal demokrasi, tidak hanya saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga pada masa non-tahapan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membangun sinergi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan melalui audiensi yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (9/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi antarlembaga dalam mendukung penguatan demokrasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memperkuat pendidikan politik bagi warga Tabanan menjelang pelaksanaan agenda demokrasi berikutnya.
Audiensi dipimpin langsung Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, dan diterima Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa. Turut hadir Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan Ni Putu Ayu Winariati dan I Made Winarya, Kepala Sekretariat Ni Komang Fitri Suarnadi, beserta jajaran sekretariat.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu memaparkan sejumlah program prioritas yang saat ini tengah dijalankan pada masa non-tahapan pemilu. Fokus utama diarahkan pada penguatan kualitas demokrasi melalui pengawasan berkelanjutan serta peningkatan literasi politik masyarakat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan sinergi dengan DPRD memiliki peran strategis karena kedua lembaga memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan saat hari pemungutan suara, tetapi juga dibangun melalui edukasi politik, pengawasan yang konsisten, serta partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses demokrasi.
“Sinergi dengan DPRD sangat strategis. Kami ingin memastikan dukungan kelembagaan berjalan baik sehingga pengawasan pemilu maupun pendidikan politik kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski saat ini belum memasuki tahapan pemilu, Bawaslu tetap memiliki sejumlah program penting yang harus dijalankan secara berkelanjutan.
Salah satunya adalah Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk memastikan data pemilih selalu akurat dan mutakhir sebagai dasar penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.
Selain itu, Bawaslu juga terus mengembangkan program Pendidikan Pemilih sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajiban politik.
Program lainnya adalah Kelompok Pencinta Demokrasi (Klompencapir Pemilu dan Demokrasi) yang bertujuan membangun komunitas masyarakat peduli demokrasi di berbagai lapisan.
Menurut Narta, ketiga program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam memperkuat budaya demokrasi di Kabupaten Tabanan.
“Program-program ini kami dorong agar literasi kepemiluan masyarakat semakin meningkat. Kami berharap DPRD dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung penguatan kelembagaan sehingga iklim demokrasi di Tabanan tetap sehat, terbuka, dan kondusif,” katanya.
Bawaslu juga menilai keterlibatan berbagai pihak, termasuk legislatif, menjadi faktor penting untuk menciptakan pengawasan partisipatif yang mampu mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan lembaga legislatif.
Menurutnya, koordinasi antarlembaga merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
“Kami mengapresiasi langkah Bawaslu. Ke depan DPRD siap bersinergi untuk mendukung penguatan demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilu,” ujar Arnawa.
Ia menambahkan, DPRD memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan sistem demokrasi yang transparan, akuntabel, dan mampu memberikan ruang partisipasi yang luas kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi yang semakin erat, berbagai program pendidikan politik diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari pemilih pemula, komunitas masyarakat, hingga organisasi kepemudaan.
Audiensi tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya membangun budaya demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pemilu, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara Bawaslu dan DPRD Kabupaten Tabanan, diharapkan pengawasan pemilu semakin berkualitas, partisipasi publik terus meningkat, serta penyelenggaraan pemilu mendatang dapat berlangsung jujur, adil, transparan, dan berintegritas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga stabilitas demokrasi di Kabupaten Tabanan sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











