TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Semangat gotong royong masyarakat Desa Adat Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, kembali mendapat apresiasi. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam acara Pemelaspasan lan Penandatanganan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan, Kamis (13/8/2026).
Kehadiran Bupati Sanjaya sekaligus menandai peresmian Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan dengan membuka tirai prasasti. Bangunan tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi krama dalam melaksanakan berbagai kegiatan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Adat Sanggulan.
Acara tersebut turut dihadiri Jero Mangku Lanang Istri, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri, unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Banjar Anyar, serta para tokoh masyarakat dan krama adat setempat.
Puncak upacara pemelaspasan dipuput oleh Jero Mangku Tri Khayangan Desa Adat Sanggulan.
Pembangunan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan menjadi salah satu contoh nyata kekuatan gotong royong masyarakat dalam membangun fasilitas bersama.
Sebagian besar pendanaan pembangunan bersumber dari Pendapatan Asli Desa Sanggulan, LPD Desa Adat Sanggulan, serta punia dari krama yang berjumlah 301 kepala keluarga (KK). Dukungan juga datang dalam bentuk bantuan material dari Desa Dinas Banjar Anyar.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya rasa kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di lingkungan desa adat.
Bupati Sanjaya mengapresiasi semangat tersebut. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara swadaya menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan fasilitas yang dibutuhkan bersama.
“Hari ini saya hadir menyaksikan dan meresmikan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan. Pembangunan ini betul-betul swadaya, dibangun gotong royong, semua ikut terlibat,” ujar Sanjaya.
Ia menilai semangat masyarakat Desa Adat Sanggulan patut menjadi contoh bagi desa adat lainnya di Kabupaten Tabanan.
“Saya merasa berbangga sebagai Bupati Tabanan melihat semangat masyarakat membangun ini. Suatu langkah yang sangat luar biasa dan patut dijadikan panutan bagi desa-desa lain,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tabanan juga menjelaskan makna pelaksanaan pemelaspasan dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali.
Pemelaspasan merupakan bagian dari proses penyucian dan penyelarasan sebuah bangunan sebelum digunakan dalam aktivitas masyarakat. Dengan dilaksanakannya upacara tersebut, Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan diharapkan tidak hanya memiliki manfaat secara sekala, tetapi juga menghadirkan keharmonisan secara niskala.
“Pemelaspasan ini untuk mengharmoniskan jagat alam, sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, membangun keselarasan antara krama, alam lingkungan dan budaya,” jelas Sanjaya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas desa adat tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik bangunan. Lebih jauh, keberadaan bangunan tersebut harus mampu memberikan manfaat bagi kehidupan sosial dan adat masyarakat.
Bupati Sanjaya menyebut Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan memiliki fungsi penting sebagai ruang kebersamaan masyarakat.
Bangunan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan krama sekaligus ruang untuk membahas berbagai persoalan dan mengambil keputusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Keberadaan ruang bersama dinilai penting untuk menjaga komunikasi antarwarga sekaligus memperkuat persatuan di lingkungan desa adat.
“Pembangunan bisa berhasil, kuncinya adalah gotong royong dan kebersamaan,” tegas Sanjaya.
Ia berharap semangat yang ditunjukkan masyarakat Sanggulan dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan pembangunan berikutnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kesediaan masyarakat untuk terlibat dan bekerja bersama.
Sementara itu, Ketua Panitia pembangunan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan, I Ketut Suranata, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pembangunan.
Dukungan tersebut datang dari pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga adat, LPD, serta seluruh krama Desa Adat Sanggulan.
“Kami dari Desa Adat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan dan jajaran atas dukungan yang senantiasa diberikan, dan juga kepada seluruh krama yang sudah bersama-sama membangun secara keseluruhan,” ujarnya.
Pembangunan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain menjadi tempat berkumpul, bangunan tersebut dapat mendukung berbagai kegiatan adat, sosial, dan kemasyarakatan.
Peresmian Bale Sasana sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong masyarakat Tabanan. Nilai kebersamaan yang diwujudkan melalui pembangunan secara swadaya diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menjaga keberlangsungan kehidupan desa adat.
Bupati Sanjaya pun berharap Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan dapat dirawat bersama dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan krama.
Dengan semangat kebersamaan, pelestarian adat dan budaya diharapkan semakin kuat, sejalan dengan upaya mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











