BerandaDenpasarKoster Perkuat Kerja Sama Bali-Eropa untuk Tarik Investasi

Koster Perkuat Kerja Sama Bali-Eropa untuk Tarik Investasi

DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat kerja sama internasional untuk membuka peluang investasi asing di Bali sekaligus mendorong pengembangan sejumlah sektor strategis. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, khususnya untuk memperluas koneksi dengan mitra dari Eropa.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Kementerian Luar Negeri di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama ekonomi, termasuk pengembangan sektor kesehatan dan industri kreatif melalui jejaring bisnis Indonesia dengan negara-negara Eropa.

Dari jajaran Kementerian Luar Negeri, pertemuan tersebut dihadiri Direktur Eropa II Punjul S. Nugraha, Ketua Koordinator Diplomasi Kesehatan Amerop Rossy Verona, Wakil Ketua Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) F. Bernard Loesi, Wakil Ketua IEBF Yudhono Irawan, serta Koordinator Fungsi Cluster Rusia, Belarus, Armenia, Dit Eropa II Dandy L. Soeparan.

Dalam pertemuan tersebut, Punjul S. Nugraha menyampaikan perkembangan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF).

Forum tersebut menjadi wadah yang mempertemukan pemangku kepentingan, perusahaan Indonesia, perusahaan Eropa, dan sejumlah mitra strategis dari kawasan Eropa.

IEBF dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan negara-negara Eropa, termasuk Bali.

Pembahasan kerja sama kemudian berkembang pada penguatan diplomasi ekonomi yang dikombinasikan dengan sektor kesehatan.

Bali dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan layanan kesehatan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik bagi masyarakat dari luar Bali maupun mancanegara.

Dalam konteks tersebut, Pemprov Bali bersama Kemlu membahas penyelarasan potensi sektor kesehatan dengan kebutuhan pemerintah daerah. Dukungan melalui jalur diplomasi dan jejaring internasional juga menjadi bagian dari pembahasan.

Salah satu rencana yang mendapat perhatian adalah pengembangan rumah sakit dengan layanan tematik.

Pengembangan rumah sakit tematik diharapkan dapat memperkuat kualitas sekaligus memperluas variasi layanan kesehatan di Bali. Di sisi lain, peluang tersebut juga membuka ruang keterlibatan mitra strategis dan investor dari luar negeri.

Keterlibatan investasi swasta dan asing dinilai penting untuk mendukung pembangunan fasilitas kesehatan di Bali.

Dengan masuknya investasi, pengembangan fasilitas kesehatan diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Peluang kerja sama tersebut mulai mendapat respons positif dari calon mitra Eropa. Sejumlah calon mitra menunjukkan ketertarikan untuk berkontribusi dalam penyediaan peralatan medis.

Ketertarikan tersebut muncul setelah calon mitra melakukan kunjungan langsung ke sejumlah rumah sakit di Bali.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat kebutuhan fasilitas kesehatan secara langsung sekaligus mengidentifikasi bentuk kerja sama yang berpotensi dikembangkan.

Baca Juga:  4.184 Rumah Jadi Target Bali 2026, Program Bedah Rumah Dikebut

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster juga memaparkan perkembangan perekonomian Bali, termasuk potensi investasi dan peluang kerja sama yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional.

Koster menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Bali tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Sejumlah sektor lainnya juga memiliki peluang untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Karena itu, jejaring kerja sama internasional dinilai perlu terus diperluas. Kerja sama tersebut diarahkan pada investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.

Pertemuan Pemprov Bali dan Kementerian Luar Negeri menyepakati pentingnya memperkuat sinergi dalam upaya menarik investasi asing ke Bali.

Kerja sama akan diarahkan terutama pada sektor kesehatan dan pengembangan industri kreatif lokal.

Melalui dukungan diplomasi ekonomi dan jejaring mitra internasional, Bali diharapkan semakin mampu membuka akses terhadap investasi, teknologi, pasar, serta kolaborasi global.

Penguatan kerja sama tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung pembangunan Bali yang semakin mandiri dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan potensi serta kekuatan lokal.

Dengan demikian, kerja sama internasional tidak hanya berorientasi pada masuknya modal asing, tetapi juga diharapkan mampu mendorong transfer teknologi, memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat Bali.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER