BerandaTabananBOSP Kinerja Rp965 Juta Mengalir ke 40 Sekolah Berprestasi di Tabanan

BOSP Kinerja Rp965 Juta Mengalir ke 40 Sekolah Berprestasi di Tabanan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Sebanyak 40 satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan mendapat suntikan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Tahun Anggaran 2026 dengan total nilai mencapai Rp965 juta. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan pendidikan yang dinilai memiliki capaian mutu dan prestasi yang baik.

Alokasi BOSP Kinerja tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pusat kegiatan belajar masyarakat. Rinciannya terdiri atas 5 PAUD/TK, 29 SD, 4 SMP, dan 2 PKBM.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap kinerja satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan.

Menurut Sanjaya, BOSP Kinerja tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tambahan anggaran operasional. Dana tersebut merupakan penghargaan atas kerja keras satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menciptakan layanan pendidikan yang lebih merata.

“BOSP Kinerja TA 2026 ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang unggul dan berkeadilan,” ujar Sanjaya, Selasa (11/8/2026).

Ia berharap dana yang diterima masing-masing satuan pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Penguatan kemampuan literasi, numerasi, dan digitalisasi pendidikan menjadi sejumlah bidang yang diharapkan mendapat perhatian melalui penggunaan dana tersebut.

Besaran bantuan yang diterima setiap satuan pendidikan berbeda berdasarkan jenjangnya. Untuk PAUD/TK, masing-masing lembaga memperoleh Rp16,5 juta. Dengan lima penerima, total alokasinya mencapai Rp82,5 juta.

Sementara itu, sebanyak 29 SD mendapatkan masing-masing Rp22,5 juta, dengan total bantuan mencapai Rp652,5 juta. Pada jenjang SMP, empat sekolah menerima masing-masing Rp35 juta atau total Rp140 juta.

Dua PKBM juga memperoleh dukungan dengan nilai masing-masing Rp45 juta, sehingga total alokasi untuk PKBM mencapai Rp90 juta.

Jika dijumlahkan, seluruh alokasi tersebut mencapai Rp965 juta untuk 40 satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan.

Penentuan penerima bukan dilakukan secara sembarangan. Pemerintah daerah menyebut penetapan penerima dilakukan pemerintah pusat berdasarkan indikator yang telah ditentukan, termasuk evaluasi Rapor Pendidikan dan capaian prestasi dalam ajang talenta.

Kebijakan tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana BOSP Kinerja agar benar-benar sesuai dengan peruntukannya.

Pendampingan juga dilakukan untuk memastikan anggaran diarahkan pada program yang memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Dinas Pendidikan akan melakukan pengawasan dan pendampingan ketat agar pemanfaatan dana BOSP Kinerja fokus pada program prioritas,” katanya.

Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penguatan literasi dan numerasi, serta akselerasi digitalisasi pembelajaran.

Menurut Darma Utama, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah juga perlu menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat.

Baca Juga:  384.071 Pemilih Tabanan Ditetapkan, Bawaslu Soroti Data Warga Meninggal

Karena itu, pemanfaatan BOSP Kinerja 2026 juga diarahkan untuk mendukung penyediaan bahan ajar digital dan e-book. Materi pembelajaran yang dikembangkan mencakup bidang sains, coding, hingga kecerdasan artifisial atau AI.

Selain itu, satuan pendidikan didorong mengembangkan Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran digital.

Pemberian BOSP Kinerja juga diharapkan tidak berhenti sebagai penghargaan bagi sekolah yang telah berprestasi. Program tersebut sekaligus menjadi pemicu bagi satuan pendidikan lainnya agar meningkatkan kualitas dan capaian masing-masing.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Dinas Pendidikan Tabanan telah menyiapkan checklist 10 indikator pemetaan. Instrumen tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi sekolah yang ingin meningkatkan kinerja dan berpeluang menerima BOSP Kinerja pada periode berikutnya.

Langkah ini membuka ruang bagi sekolah untuk mengetahui aspek mana yang perlu diperbaiki, baik dari sisi mutu pembelajaran, prestasi peserta didik maupun pengembangan sistem pendidikan.

Dengan demikian, dana BOSP Kinerja senilai Rp965 juta tidak hanya menjadi penghargaan atas capaian 40 satuan pendidikan. Lebih jauh, program ini diharapkan menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan Tabanan secara berkelanjutan.

Pemanfaatan anggaran yang tepat, pengawasan yang konsisten, serta penguatan literasi, numerasi dan teknologi diharapkan mampu menciptakan satuan pendidikan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER