BerandaJembranaGiri Prasta Hadiri Karya Agung Desa Adat Ekasari Jembrana

Giri Prasta Hadiri Karya Agung Desa Adat Ekasari Jembrana

JEMBRANA, MEDIAPELANGI.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta melakukan penandatanganan prasasti karya yang disaksikan Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Perbekel, Bendesa, serta krama Desa Adat Ekasari, Kamis malam (13/8/2026).

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Ekasari untuk menjaga kebersamaan dalam menjalankan swadharma agama, adat, seni dan budaya Bali.

Menurutnya, kemajuan desa adat harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali.

Giri Prasta mengingatkan agar perkembangan Desa Adat Ekasari tidak sampai mengikis akar budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Desa Adat Ekasari boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat Ekasari jangan sampai menggerus akar adat dan budaya Bali,” tegas Giri Prasta.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Karya Agung tersebut. Giri Prasta kemudian menghaturkan punia sebesar Rp25 juta kepada Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta.

“Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya,” ujar Giri Prasta.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Giri Prasta juga memberikan dana motivasi kepada sejumlah sekaa.

Baca Juga:  Putri Koster: Endek Bali Harus Dilindungi dari Hulu hingga Hilir

Dana tersebut masing-masing diberikan sebesar Rp5 juta kepada Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari, dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari.

Pemberian tersebut mendapat sambutan dari para perwakilan sekaa. Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Wakil Gubernur Bali terhadap kegiatan seni budaya di Desa Adat Ekasari.

“Matur suksma Bapak Wakil Gubernur Bali,” ujar perwakilan sekaa.

Selain berbicara mengenai pelestarian adat dan budaya, Giri Prasta juga mendorong pengembangan Taman Gumi Banten sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk melestarikan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan upakara adat dan agama Hindu. Dengan demikian, kebutuhan upakara diharapkan dapat dipenuhi dari wilayah desa adat masing-masing tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Giri Prasta mengatakan telah berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana mengenai upaya tersebut.

“Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten. Saat ada upacara, semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana berdikari secara ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, pelestarian Taman Gumi Banten tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan adat dan agama, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta, menjelaskan bahwa pelaksanaan Karya Agung telah dipersiapkan sejak 31 Mei 2026.

Baca Juga:  PPN Pengambengan Dibangun Rp1,2 Triliun, Koster Sebut Jadi Pusat Ekonomi Baru Bali

Karya Agung tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan upacara besar di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari yang dilaksanakan dalam siklus 30 tahun.

Kadek Darta juga menyampaikan bahwa pada 2024, Desa Adat Ekasari mendapat bantuan melalui program Giri Prasta saat masih menjabat sebagai Bupati Badung. Bantuan tersebut berkaitan dengan pembangunan atau revitalisasi pura.

“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini,” ujar Kadek Darta.

Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari diketahui diempon oleh lima banjar adat dengan jumlah sekitar 600 kepala keluarga (KK).

Untuk menyukseskan pelaksanaan Karya Agung, krama Desa Adat Ekasari turut bergotong royong melalui dukungan dana masing-masing sebesar Rp1,5 juta.

Selain kontribusi krama di desa, dukungan juga datang dari warga Desa Adat Ekasari yang kini merantau di luar daerah.

Gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat, agama dan budaya Bali.

Melalui pelaksanaan Karya Agung ini, Giri Prasta berharap krama Desa Adat Ekasari tetap solid dalam menjalankan kewajiban adat dan agama sekaligus mampu mengembangkan potensi desa tanpa kehilangan jati diri budaya Bali.[*]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER