TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menggelar Coffee Morning bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabanan dan sejumlah awak media, Jumat (2/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara jajaran Lapas Tabanan dengan insan pers dalam penyampaian informasi Pemasyarakatan kepada masyarakat.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, mengatakan hubungan baik yang selama ini terjalin dengan awak media diharapkan dapat terus dipertahankan. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan dan pelayanan di lingkungan Lapas Tabanan.
Basuki menyebut masih banyak kegiatan positif yang berlangsung di dalam lapas namun belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan media dinilai penting agar informasi tersebut dapat disampaikan secara lebih terbuka kepada publik.
“Harapan kami, jalinan silaturahmi yang selama ini sudah berjalan baik dapat terus dipertahankan. Kami juga berharap bantuan rekan-rekan media untuk ikut menyebarluaskan berbagai kegiatan positif yang ada di Lapas Tabanan, karena masih banyak hal yang belum diketahui oleh masyarakat luas,” ujar Basuki.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga Pemasyarakatan. Melalui komunikasi yang baik dengan media, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai berbagai aktivitas, pembinaan maupun pelayanan yang dilakukan di dalam lapas.
Di sisi lain, komunikasi yang terbuka juga memberikan ruang bagi wartawan untuk memperoleh informasi secara langsung dari sumber yang berkompeten. Hal tersebut penting untuk memastikan pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat tetap berdasarkan data dan fakta di lapangan.
Perwakilan awak media, Dewi Puspa, mengapresiasi sikap kooperatif Lapas Tabanan dalam memberikan informasi kepada wartawan.
Menurutnya, keterbukaan tersebut membantu media memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum informasi dipublikasikan kepada masyarakat.
“Selama ini Lapas Tabanan sangat kooperatif dalam penyampaian data. Sehingga informasi yang kami sampaikan kepada masyarakat merupakan berita yang faktual, tidak mengada-ada, tetapi berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan,” ungkap Dewi.
Ia menilai komunikasi yang terjalin antara Lapas Tabanan dengan awak media menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Pertemuan dalam suasana santai melalui Coffee Morning tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara lembaga Pemasyarakatan dan media tidak hanya sebatas kebutuhan pemberitaan. Silaturahmi menjadi sarana untuk membangun komunikasi dua arah dan memperkuat pemahaman mengenai berbagai program yang dijalankan Lapas Tabanan.
Terlebih, aktivitas di dalam lapas tidak hanya berkaitan dengan keberadaan warga binaan, tetapi juga mencakup berbagai program pembinaan, pelayanan, kegiatan keterampilan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan.
Dengan komunikasi yang terbuka, informasi mengenai kegiatan tersebut diharapkan dapat diketahui masyarakat secara lebih utuh dan proporsional. Media pun dapat menjalankan fungsi penyampaian informasi kepada publik dengan tetap mengedepankan akurasi serta fakta.
Coffee Morning Lapas Tabanan bersama PWI dan awak media akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemasyarakatan dan pers. Hubungan yang dibangun melalui silaturahmi dan komunikasi terbuka diharapkan terus berlanjut, sehingga informasi mengenai pembinaan dan pelayanan di Lapas Tabanan dapat tersampaikan secara faktual kepada masyarakat.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











