BerandaNasionalDekananto Pulang ke Jawa Timur, dari Intelkam hingga Kursi Kapolda

Dekananto Pulang ke Jawa Timur, dari Intelkam hingga Kursi Kapolda

SURABAYA, MEDIAPELANGI.com — Jawa Timur kembali menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. Setelah meninggalkan Polda Jatim untuk menjalankan sejumlah penugasan di Jakarta dan Mabes Polri, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 itu kini kembali dengan posisi berbeda: Kapolda Jawa Timur.

Dekananto ditunjuk menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri, termasuk perubahan sejumlah jabatan Kapolda.

Nanang Avianto selanjutnya mendapat tugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri. Sementara Dekananto sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya.

Yang membuat penunjukan Dekananto menarik adalah jejak tugasnya di Jawa Timur. Ia bukan sosok yang benar-benar baru bagi lingkungan Polda Jatim.

Sebelum ditarik ke Jakarta, Dekananto pernah dipercaya sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim. Posisi tersebut membuatnya berhadapan dengan berbagai dinamika keamanan dan sosial yang berkembang di wilayah Jawa Timur.

Salah satu persoalan yang pernah mendapat perhatian ketika ia bertugas di Jawa Timur adalah keberadaan tugu perguruan pencak silat yang dinilai berpotensi menjadi pemicu gesekan antarkelompok.

Baca Juga:  4.184 Rumah Jadi Target Bali 2026, Program Bedah Rumah Dikebut

Dalam penertiban tersebut, sebanyak 686 tugu perguruan silat disebut dibongkar atau dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Selain persoalan perguruan silat, Dekananto juga memiliki pengalaman membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk komunitas suporter sepak bola.

Pengalaman itu kemudian berlanjut ke Jakarta.

Pada 2024, Dekananto ditugaskan sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya. Setahun kemudian, ia mendapat penugasan di tingkat Mabes Polri sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri.

Tidak berlangsung lama, pada 5 Agustus 2025, Dekananto dipercaya menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya. Kariernya di ibu kota menjadi bagian lain dari perjalanan panjang perwira yang sejak awal banyak berkecimpung di bidang intelijen dan keamanan.

Selama menjabat Wakapolda Metro Jaya, Dekananto juga mendapat Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada September 2026, pangkat Dekananto naik menjadi Inspektur Jenderal Polisi atau bintang dua. Kini, penugasan berikutnya membawanya kembali ke Jawa Timur sebagai orang nomor satu di Polda Jatim.

Baca Juga:  Irjen Dekananto Eko Purwono Jadi Kapolda Jatim, Ini Rekam Jejaknya

Rotasi kali ini juga membawa perubahan di sejumlah wilayah lain. Polri mencatat 19 jabatan Kapolda mengalami pergantian dalam telegram tersebut.

Di Jawa Barat, Irjen Pol Hengki ditunjuk sebagai Kapolda. Jawa Tengah mendapat pejabat baru, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan. Sementara di Bali, Brigjen Pol Pasma Royce yang sebelumnya menjabat Wakapolda Jatim ditunjuk sebagai Kapolda Bali.

Di tingkat Mabes Polri, sejumlah posisi strategis juga berubah. Salah satunya Kapolda Metro Jaya yang kini dijabat Irjen Pol Dadang Hartanto setelah sebelumnya ditempati Dekananto.

Bagi Dekananto, penugasan sebagai Kapolda Jatim sekaligus menjadi babak baru setelah perjalanan panjang di bidang Intelkam, penugasan di Polda Metro Jaya, hingga Mabes Polri.

Ia kini kembali ke wilayah yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya, tetapi dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar sebagai Kapolda Jawa Timur.

Para perwira yang masuk dalam telegram mutasi tersebut diwajibkan melaksanakan tugas baru paling lambat 14 hari sejak keputusan mutasi ditetapkan.[*mp]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER