TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk membahas progres sekaligus evaluasi pelaksanaan Data Desa Presisi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Dinas Kominfo Tabanan, Jumat (12/12/2025).
FGD diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari kepala OPD terkait, para camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua Forum Perbekel se-Tabanan, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan, serta Kelompok Ahli Bupati Tabanan, I Gede Arya Sena. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan, I Gusti Putra Winiantara.
Dalam arahannya, Sekdis Kominfo I Gusti Putra Winiantara menegaskan bahwa FGD ini menjadi ruang strategis untuk mengukur capaian sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi Data Desa Presisi di Kabupaten Tabanan.
“Selain untuk mengetahui progres yang sudah berhasil dicapai, kami juga ingin menerima masukan dari OPD terkait, terutama dari desa dan kecamatan. Sebab, Data Desa Presisi melalui aplikasi OpenSID sepenuhnya bersumber dari 133 desa di Kabupaten Tabanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan, seluruh data dasar kependudukan serta data pada lima bidang program prioritas ditargetkan rampung terinput dan tervalidasi pada akhir Desember 2025.
“Targetnya jelas. Akhir Desember seluruh data dasar dan data lima bidang prioritas harus sudah lengkap, valid, dan siap digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah,” tegas Winiantara.
Sementara itu, Kelompok Ahli Bupati Tabanan, I Gede Arya Sena, menegaskan bahwa inisiatif Data Desa Presisi sejatinya bukan program baru. Menurutnya, gagasan tersebut telah dimulai sejak tahun 2017, jauh sebelum pemerintah pusat mencanangkan Program Satu Data Indonesia pada 2019.
“Namun progres signifikan baru bisa berjalan mulai 2024, setelah payung hukum berupa Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Data Desa Presisi ditetapkan pada tahun 2022 dan 2023,” ungkapnya.
Meski demikian, Arya Sena menekankan pentingnya komitmen dan keaktifan seluruh perangkat daerah serta pemerintah desa dalam menyukseskan program tersebut.
“Jangan setengah hati. Program ini sangat penting untuk memastikan perencanaan pembangunan benar-benar berbasis data yang akurat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa ke depan tidak boleh lagi terjadi pola lama di mana OPD terus-menerus meminta data ke desa.
“Cukup buka dan akses OpenSID. Semua data sudah tersedia di sana. Dengan begitu, desa tidak lagi terbebani permintaan data yang berulang-ulang,” tandasnya.
FGD berlangsung dinamis dengan berbagai usulan dan masukan dari perwakilan OPD, camat, hingga perbekel. Diskominfo Kabupaten Tabanan menegaskan bahwa hasil evaluasi dalam FGD ini akan menjadi dasar penguatan langkah percepatan implementasi Data Desa Presisi sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Tabanan.[m]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











