TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Wisatawan yang berencana berkunjung ke DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, harus bersiap merogoh kocek lebih dalam. Manajemen pengelola Tanah Lot resmi mengumumkan kenaikan harga tiket masuk dan tarif parkir yang akan mulai diberlakukan pada 1 April 2026, dengan alasan penyesuaian biaya operasional hingga peningkatan kualitas fasilitas wisata.
Kepala Divisi Pengembangan dan Promosi DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan tiket Tanah Lot ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan kawasan wisata unggulan Bali tersebut, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan daya saing Tanah Lot di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Sanjaya, terdapat tiga alasan utama yang melatarbelakangi kenaikan tarif masuk DTW Tanah Lot. Alasan pertama adalah penyesuaian terhadap meningkatnya biaya operasional kawasan, mulai dari kebersihan, keamanan, listrik, air, hingga perawatan taman dan fasilitas umum lainnya.
“Biaya operasional kawasan wisata setiap tahun terus mengalami peningkatan. Ini harus diimbangi agar pengelolaan tetap berjalan optimal,” ujarnya, Senin (15/12).
Alasan kedua, lanjut Sanjaya, adalah untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan wisata di kawasan DTW Tanah Lot. Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain area toilet, spot foto, jalur pedestrian, hingga penunjang kegiatan keagamaan dan budaya yang rutin dilaksanakan di kawasan tersebut.
“Kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman dan berkualitas saat berkunjung ke Tanah Lot,” jelasnya.
Sementara alasan ketiga adalah untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan pengelola dan kenyamanan wisatawan, sekaligus memastikan DTW Tanah Lot tetap berdaya saing sebagai destinasi wisata nasional maupun internasional.
“Tujuan akhirnya adalah agar Tanah Lot tetap kompetitif dan berkelanjutan,” tambah Sanjaya.
Adapun rincian kenaikan harga tiket masuk yang akan berlaku mulai April 2026 yakni untuk wisatawan mancanegara dewasa dari sebelumnya Rp 75 ribu menjadi Rp 100 ribu. Untuk wisatawan mancanegara anak, naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 60 ribu.
Sementara itu, wisatawan nusantara dewasa akan dikenakan tarif Rp 40 ribu, naik dari sebelumnya Rp 30 ribu. Sedangkan wisatawan nusantara anak mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu.
Tidak hanya tiket masuk, tarif parkir kendaraan di kawasan DTW Tanah Lot juga mengalami penyesuaian. Untuk kendaraan roda dua, tarif naik dari Rp 3 ribu menjadi Rp 4 ribu. Kendaraan roda empat naik cukup signifikan dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu, sedangkan parkir bus naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu.
Rencana kenaikan tarif ini pun menuai beragam respons dari warganet, khususnya para driver wisata. Sejumlah netizen menilai tarif tersebut tergolong mahal jika belum diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai, seperti kondisi toilet dan ruang tunggu bagi driver.
Menanggapi keluhan tersebut, Sanjaya menjelaskan bahwa di kawasan DTW Tanah Lot terdapat toilet berbayar dan toilet gratis. Toilet berbayar dikelola oleh masyarakat setempat, sementara toilet gratis berada di dalam kawasan DTW.
“Yang dikeluhkan biasanya toilet gratis di kawasan DTW. Mungkin sekali dua kali terlihat kurang bersih, sehingga muncul keluhan,” ungkapnya.
Terkait ruang tunggu driver, Sanjaya menyebutkan bahwa saat ini sudah tersedia dua lokasi, salah satunya berada di area parkir utama. Namun, bentuknya berupa bale bengong, sehingga kerap disalahartikan bukan sebagai ruang tunggu driver.
“Kami tidak menutup kemungkinan untuk menambah atau memperbaiki fasilitas sesuai masukan dan keluhan pengunjung,” tegasnya.
Dengan adanya kenaikan tiket dan parkir ini, pihak pengelola berharap dapat melakukan perbaikan fasilitas secara bertahap, sehingga DTW Tanah Lot tetap menjadi destinasi favorit wisatawan dengan kenyamanan yang semakin baik ke depannya[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











