DENPASAR, MEDIAPELANGI.com — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Triwulan IV Tahun 2025 dan Rencana Kerja Triwulan I Tahun 2026. Rapat digelar di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Senin (29/12), sebagai langkah strategis meninjau capaian program dan mematangkan arah kebijakan awal tahun.
Rapat ini menjadi momentum penting bagi jajaran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali untuk mengevaluasi realisasi kegiatan, anggaran, serta efektivitas program yang telah berjalan. Setiap bidang menyampaikan laporan secara detail, mencakup berbagai program mulai dari aksi sosial kemasyarakatan, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, pemberdayaan keluarga, hingga penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan dasar masyarakat.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menekankan bahwa pelaksanaan program PKK dan Posyandu harus konsisten, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan tidak boleh hanya bersifat seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Program yang dijalankan harus terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Koordinasi lintas sektor perlu terus diperkuat agar PKK dan Posyandu mampu menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Ny. Putri Koster.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh jajaran untuk memastikan bahwa program yang dirancang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dianggap penting agar program PKK dan Posyandu dapat memberikan manfaat maksimal, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi keluarga.
Beberapa program strategis yang dibahas meliputi kegiatan pemberdayaan keluarga, pelatihan kader Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta aksi nyata pengelolaan sampah berbasis sumber. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola kesejahteraan keluarga dan lingkungan, sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat lokal.
Rapat evaluasi ini sekaligus menjadi forum koordinasi antarbidang agar program Triwulan I Tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berdampak luas. Dengan strategi yang tepat, PKK dan Posyandu Provinsi Bali diharapkan mampu mendukung terciptanya keluarga yang berdaya, sehat, dan sejahtera di seluruh wilayah Bali.
Ny. Putri Koster menutup rapat dengan pesan agar seluruh jajaran terus berinovasi, menjaga kualitas pelaksanaan program, dan selalu mendengar aspirasi masyarakat. “Keberhasilan program PKK dan Posyandu bukan hanya tercermin dari laporan kegiatan, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dengan evaluasi menyeluruh ini, Provinsi Bali siap memasuki tahun 2026 dengan program PKK dan Posyandu yang lebih terstruktur, inklusif, dan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di semua lapisan.[*]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!










