BerandaTabananKasus Rabies Muncul di Tabanan, Warga Munduktemu Jalani VAR

Kasus Rabies Muncul di Tabanan, Warga Munduktemu Jalani VAR

TABANAN, MEDIAPELANGI.com — Kasus rabies kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Seorang warga Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, terkonfirmasi sebagai kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) setelah seekor anjing yang menggigitnya dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima pada Selasa (27/1/2026) sore.

Peristiwa ini bermula pada Kamis (23/1/2026) sekitar pukul 00.00 Wita, saat anjing milik warga setempat menunjukkan perilaku tidak normal. Hewan tersebut menggonggong dan meraung seperti kesakitan, serta berlari keluar masuk halaman rumah hingga ke area kebun di bawah rumah. Kondisi itu menimbulkan kecurigaan pihak keluarga terhadap kesehatan anjing tersebut.

Pada Jumat (24/1/2026), kondisi anjing semakin memburuk dan terlihat sakit. Sore harinya, pemilik berinisiatif mengikat anjing guna mencegah risiko lebih lanjut. Namun, saat anak pemilik anjing hendak membantu mengikat dan memberi makan sekitar pukul 19.00 Wita, korban justru tergigit satu kali di bagian punggung tangan kiri.

Luka gigitan tersebut dikategorikan sebagai luka kategori II. Menyadari risiko rabies yang berbahaya bagi manusia, korban segera melakukan pertolongan pertama dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 10 menit di rumah.

Kondisi anjing terus menurun hingga pada Sabtu (25/1/2026) sekitar pukul 02.00 Wita hewan tersebut semakin melemah dan akhirnya ditemukan mati pada pukul 02.30 Wita. Sekitar satu jam kemudian, pemilik anjing menghubungi bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat dan mendapat arahan agar korban segera dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Pupuan I.

Korban tiba di UGD Puskesmas Pupuan I sekitar pukul 04.00 Wita dan langsung mendapatkan tata laksana GHPR sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR). Petugas UGD selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Penanggung Jawab (PJ) Rabies untuk penanganan lanjutan.

PJ Rabies kemudian menginstruksikan agar bangkai anjing diamankan sementara, tidak dikubur, dan tidak terpapar sinar matahari. Langkah ini dilakukan sambil menunggu koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan. Sekitar pukul 05.00 Wita, koordinasi dilakukan melalui grup WhatsApp Koordinasi Rabies Puskeswan III dan disepakati Tim Unit Respons Cepat (URC) Puskeswan akan mengambil sampel otak anjing pada hari yang sama.

Pada pukul 09.30 Wita, petugas Puskeswan mendatangi rumah korban untuk mengambil sampel otak anjing yang selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan laboratorium diterima pada Selasa (27/1/2026) pukul 17.30 Wita dengan hasil positif rabies.

Baca Juga:  5 Ranperda Tabanan Disepakati, Ada LP2B, SJUT hingga APBD

Menindaklanjuti hasil tersebut, PJ Rabies segera menghubungi Bidan Pustu Munduktemu serta Kepala Wilayah Munduktemu Kelod. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap anjing dan kucing yang sempat melakukan kontak dengan hewan yang dinyatakan positif rabies. Korban juga kembali diberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) agar melanjutkan rangkaian VAR hingga lengkap sesuai SOP.

Berdasarkan hasil penelusuran epidemiologi, tidak ditemukan warga lain yang tergigit oleh anjing positif rabies tersebut. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan guna mencegah potensi penyebaran rabies di wilayah sekitar.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, drh. I Gede Eka Partha Ariana, menyampaikan pihaknya akan segera mengambil langkah pencegahan lanjutan.

“Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan akan melaksanakan vaksinasi emergency rabies di Desa Munduktemu mulai Kamis (29/1/2026) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran rabies,” ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada, memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gigitan oleh hewan yang dicurigai terpapar rabies.[ka]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER