BerandaTabanan186 Pedagang Pasar Senggol Tabanan Direlokasi Demi Penataan Jalan Gajah Mada

186 Pedagang Pasar Senggol Tabanan Direlokasi Demi Penataan Jalan Gajah Mada

Persiapan Relokasi Pedagang Pasar Senggol Tabanan

TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Sebanyak 186 pedagang Pasar Senggol yang selama ini beraktivitas di kawasan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tabanan, dipastikan direlokasi sementara mulai Kamis, 21 Mei 2026.

Relokasi dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan kota sekaligus mendukung proyek pembangunan fasilitas umum berupa pemasangan paving di jalur protokol pusat Kota Tabanan.

Kebijakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama para pedagang Pasar Senggol yang digelar pada Rabu (20/5/2026). Sosialisasi berlangsung untuk memastikan proses pengosongan kawasan berjalan tertib dan lancar.

Sekretaris Manajemen Senggol Tabanan sekaligus Prajuru Desa Adat Kota Tabanan, Agung Swadana, menjelaskan bahwa pengosongan Jalan Gajah Mada bersifat wajib karena area tersebut akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik.

“Tujuannya adalah untuk mengosongkan Jalan Gajah Mada karena di sana ada pembangunan fasilitas, terutama pemasangan paving. Secara teknis jalan harus steril dan tidak bisa digunakan untuk aktivitas komunal maupun keramaian,” ujarnya.

Menurut Agung, lokasi relokasi sementara telah disiapkan di areal Persiapan. Para pedagang diperkirakan akan menempati lokasi tersebut selama kurang lebih enam bulan hingga proyek penataan Jalan Gajah Mada selesai dikerjakan.

Meski demikian, pihak manajemen mengaku belum memperoleh kepastian resmi mengenai batas waktu penggunaan lokasi relokasi sementara tersebut. Namun seluruh pedagang tetap diminta segera menyesuaikan diri demi mendukung program penataan wajah Kota Tabanan.

Relokasi Pasar Senggol Tabanan ini juga mendapat respons cukup baik dari para pedagang. Agung menyebut tidak ada penolakan dari pedagang yang selama ini terdaftar resmi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan.

“Kendalanya hanya masalah waktu karena deadline yang diberikan cukup mepet. Tetapi dari pedagang tidak ada penolakan. Mereka menerima relokasi ini demi kepentingan bersama dan penataan kota,” katanya.

Untuk membantu kelancaran aktivitas di tempat baru, pihak pengelola pasar juga telah berkoordinasi dengan PLN terkait pemindahan fasilitas jaringan listrik dan penerangan. Pemindahan tersebut dilakukan tanpa biaya tambahan bagi pedagang.

Selain itu, aturan operasional Pasar Senggol dipastikan tetap berjalan seperti sebelumnya sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Desa Adat Kota Tabanan dan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Aktivitas pasar tetap dibuka mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WITA.

Namun, di lokasi baru nantinya akan diterapkan aturan yang lebih ketat terkait pengelolaan lingkungan dan sampah. Seluruh pedagang diwajibkan melakukan pemilahan sampah secara mandiri dari rumah sebelum dibawa ke lokasi berjualan.

Pengelola Pasar Senggol hanya akan melayani pengangkutan untuk sampah residu, sedangkan sampah organik maupun anorganik wajib dipilah terlebih dahulu oleh masing-masing pedagang. Kebijakan ini sejalan dengan program pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Dekananto Pulang ke Jawa Timur, dari Intelkam hingga Kursi Kapolda

Pantauan di lokasi relokasi sementara menunjukkan para pedagang mulai sibuk melakukan persiapan lapak dan mencari nomor tempat berjualan masing-masing. Sejumlah pedagang tampak masih kebingungan karena proses pemetaan lokasi oleh petugas masih berlangsung di beberapa titik.

Di sisi lain, relokasi sementara ini juga menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pedagang terkait potensi penurunan omzet akibat perpindahan lokasi.

Salah satunya disampaikan Purwanto, pedagang sepatu asal Jawa Tengah yang sudah tujuh tahun berjualan di Pasar Senggol Tabanan. Ia mengaku masih menunggu perkembangan kondisi pasar di lokasi baru sebelum menentukan strategi penjualan.

“Harapannya semoga tetap ramai seperti sebelumnya. Untuk sementara kami coba jalani dulu sambil melihat situasi. Belum ada rencana promo khusus karena belum tahu bagaimana pergerakan pengunjung di tempat baru,” ungkapnya.

Meski demikian, para pedagang berharap relokasi ini benar-benar membawa dampak positif terhadap penataan kawasan pusat Kota Tabanan. Mereka juga berharap setelah proyek selesai, aktivitas Pasar Senggol dapat kembali berjalan lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Penataan Jalan Gajah Mada sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercantik kawasan pusat kota sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di wilayah Tabanan.[ka]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER