BerandaBulelengWabup Buleleng Salurkan Hibah Rp91 Juta untuk Ngaben Massal Desa Adat Tambakan

Wabup Buleleng Salurkan Hibah Rp91 Juta untuk Ngaben Massal Desa Adat Tambakan

BULELENG, MEDIAPELANGI.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan memperkuat adat istiadat serta budaya Bali melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan dana hibah untuk mendukung pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat mendampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian Ngaben Massal Desa Adat Tambakan, Kamis (23/7). Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali.

Dalam pelaksanaan ngaben massal tahun ini, sebanyak 91 sawa mengikuti prosesi Pitra Yadnya. Untuk membantu meringankan biaya pelaksanaan upacara, Pemkab Buleleng menyalurkan bantuan dana hibah sebesar Rp1 juta untuk setiap sawa, sehingga total bantuan yang diberikan mencapai Rp91 juta.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung masyarakat adat dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan adat istiadat. Menurutnya, pelaksanaan Ngaben Massal tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Bali.

“Harapan kami, selain untuk penguatan adat dan budaya, bantuan ini dapat membantu meringankan beban finansial krama adat yang sedang melaksanakan upacara Pitra Yadnya,” ujar Gede Supriatna.

Ia menjelaskan bahwa program bantuan kepada desa adat merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai pilar utama pelestarian budaya Bali. Desa adat memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat melalui pelaksanaan berbagai tradisi, upacara keagamaan, serta pelestarian nilai-nilai lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, pelaksanaan Ngaben Massal juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong masyarakat Bali. Dengan pelaksanaan secara bersama-sama, biaya upacara dapat ditekan sehingga lebih ringan bagi masyarakat tanpa mengurangi nilai sakral dari prosesi Pitra Yadnya.

Wabup Supriatna menambahkan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap sektor adat dan budaya tidak berhenti pada pelaksanaan Ngaben Massal semata. Pemerintah daerah juga secara rutin mengalokasikan bantuan tahunan bagi desa adat dan subak sebagai bagian dari pembangunan berbasis kearifan lokal.

Program bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur adat, perbaikan fasilitas keagamaan, penguatan kelembagaan desa adat, hingga mendukung keberlanjutan sistem subak yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya.

Menurutnya, keberadaan desa adat dan subak merupakan fondasi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat agar pembangunan berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan lingkungan.

Kehadiran Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam upacara tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap masyarakat Desa Adat Tambakan yang tetap konsisten menjaga tradisi leluhur. Pemerintah berharap semangat pelestarian adat yang ditunjukkan masyarakat dapat menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya di Bali.

Baca Juga:  HUT ke-25 Laskar Bali Shanti, Giri Prasta Tekankan Kedamaian

Wabup Supriatna turut memanjatkan doa agar seluruh rangkaian Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Tambakan berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan berkah bagi seluruh krama yang mengikuti prosesi tersebut.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan akan terus memperkuat berbagai program yang mendukung pelestarian adat, budaya, dan tradisi Bali. Selain melalui bantuan dana hibah, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan pembinaan terhadap desa adat, memperkuat kelembagaan masyarakat adat, serta mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya Bali.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemkab Buleleng berharap pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, dan agama. Dengan demikian, pembangunan di Kabupaten Buleleng dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas Bali sebagai daerah yang kaya akan tradisi, budaya, dan kearifan lokal.

Selain membantu pelaksanaan upacara keagamaan, program hibah ini diharapkan semakin mempererat semangat gotong royong, memperkuat solidaritas antar-krama desa adat, serta memastikan tradisi Pitra Yadnya tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda di Kabupaten Buleleng.[*]

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER