BerandaBadungKoster Prediksi Kunjungan Wisman ke Bali Capai 7,2 Juta pada 2026

Koster Prediksi Kunjungan Wisman ke Bali Capai 7,2 Juta pada 2026

Tekankan Penataan Industri, Persaingan Usaha yang Sehat, dan Keberlanjutan Pariwisata Bali

BADUNG, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan sepanjang 2026. Proyeksi tersebut melampaui capaian 2025 yang tercatat sebanyak 7,05 juta kunjungan, meski industri pariwisata global masih menghadapi ketidakpastian geopolitik.

Optimisme itu disampaikan Koster saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali Tahun 2026 di Hotel InterContinental Bali, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026).

Menurut Koster, kinerja pariwisata Bali masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang disampaikannya, kunjungan wisman sejak Januari hingga 30 September 2026 telah mencapai 5,2 juta kunjungan atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dari Januari sampai 30 September 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sudah mencapai 5,2 juta. Angka ini meningkat secara year-on-year dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Kalau saya perkirakan berdasarkan data yang ada, sampai akhir tahun ini jumlah kunjungan wisman akan melampaui capaian 2025 yang mencapai 7.050.000 kunjungan. Perkiraannya sekitar 7,1 juta hingga 7,2 juta kunjungan,” kata Koster.

Ia menilai kekuatan utama pariwisata Bali terletak pada kekayaan adat, tradisi, seni, dan budaya yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai negara. Keunggulan tersebut, menurutnya, harus dijaga agar pertumbuhan pariwisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi.

“Kita harus bersyukur bahwa Bali yang kecil ini diberkati dengan keunggulan adat, tradisi, dan budaya. Inilah yang membuat Bali memiliki daya tarik yang kuat sehingga dicintai dan dikagumi oleh masyarakat dunia. Karena itu, kita harus tahu bagaimana cara membangun, menjaga, dan merawat pariwisata Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Koster Salurkan Bantuan Pendidikan hingga Rp 18 Juta untuk Siswa

Koster juga menyoroti besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Bali. Ia menyebut sektor tersebut menyumbang sekitar 66 persen terhadap perekonomian daerah. Sementara itu, hampir 45 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia tercatat menuju Bali.

Dengan rata-rata pengeluaran wisatawan sekitar 122 dolar AS per hari, kontribusi devisa pariwisata Bali diperkirakan mencapai Rp176 triliun atau sekitar 55 persen dari total devisa pariwisata nasional.

Menurut Koster, besarnya kontribusi tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kepariwisataan di tingkat nasional.

“Pulau kecil ini berkontribusi besar terhadap devisa pariwisata Indonesia. Hal ini terus saya angkat dan sampaikan agar ada skema kebijakan nasional yang turut memperhitungkan dan mempertimbangkan besarnya kontribusi Bali terhadap sektor kepariwisataan,” ungkapnya.

Di tengah proyeksi pertumbuhan kunjungan wisatawan, Koster mengingatkan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang tertib, sehat, dan berkeadilan. Pertumbuhan industri, menurutnya, harus diimbangi kepatuhan terhadap regulasi agar pelaku usaha dapat bersaing secara adil.

Ia menyoroti keberadaan akomodasi dan fasilitas pariwisata yang dipasarkan tanpa memenuhi ketentuan perizinan, termasuk melalui platform perjalanan daring atau online travel agent (OTA).

Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu persaingan usaha yang tidak sehat serta merugikan pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan perizinan. Karena itu, pengawasan dan penataan usaha pariwisata perlu diperkuat.

Koster menegaskan keberhasilan pariwisata Bali tidak cukup diukur dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Kualitas lingkungan dan kemampuan daerah dalam mengatasi persoalan mendasar juga menjadi penentu keberlanjutan sektor tersebut.

Salah satu perhatian Pemerintah Provinsi Bali adalah penanganan sampah melalui pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Selain itu, Pemprov Bali mendorong penguatan kemandirian energi untuk mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari sistem Jawa melalui jaringan kabel bawah laut.

Baca Juga:  Megawati Minta Penanganan Abrasi Pantai Kuta Terpadu

Upaya tersebut mencakup rencana pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas sekitar 1.550 megawatt serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kuota sekitar 1.000 megawatt. Pengembangan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan listrik Bali pada 2031 melalui sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Koster mengajak anggota ASITA Bali memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Ia berharap Musda XV ASITA Bali menghasilkan kepemimpinan, gagasan, dan program kerja yang mampu meningkatkan profesionalisme biro perjalanan wisata, memperbaiki kualitas pelayanan, serta mendorong persaingan usaha yang sehat.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra menyampaikan bahwa ASITA menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem pariwisata Bali dengan menaungi ratusan biro perjalanan wisata dan anggota asosiasi.

Winastra menegaskan komitmen ASITA Bali untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah, lembaga, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme usaha perjalanan wisata, memperkenalkan kekayaan budaya, serta memperkuat citra Bali dan Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan.

ASITA Bali juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dengan proyeksi kunjungan wisman mencapai 7,1 juta hingga 7,2 juta pada 2026, tantangan Bali bukan hanya mendatangkan lebih banyak wisatawan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, kepatuhan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.[*rls]

 

BERITA LAINNYA

ARSIP BERITA

Silahkan pilih bulan untuk melihat Arsip Berita.

BERITA POPULER