DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster turun langsung memantau percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan tambahan pasokan dan percepatan pengiriman BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berjalan optimal di tengah antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Bali.
Dalam kunjungan tersebut, Koster bertemu Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, untuk mengevaluasi ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta langkah penanganan antrean BBM.
Pertamina melaporkan tambahan sekitar empat juta liter BBM dijadwalkan tiba di Depo Pesanggaran pada Kamis sore hingga malam. Selain itu, sebanyak 16 juta liter Pertalite dijadwalkan tiba pada Jumat (16/10/2026), disusul pasokan 32 juta liter Pertalite pada Sabtu (17/10/2026).
Koster menegaskan, ketersediaan stok harus diimbangi dengan percepatan distribusi dan pemerataan pasokan agar kebutuhan masyarakat di seluruh Bali dapat terpenuhi.
“Proses distribusi dan penguraian antrean menjadi fokus kita karena stok relatif aman,” tegasnya.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menjelaskan, pihaknya terus mengoptimalkan penyaluran BBM untuk mempercepat pemulihan pelayanan di SPBU.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah delapan mobil tangki untuk mempercepat pengiriman BBM dari depo menuju SPBU. Dengan penambahan tersebut, total 40 mobil tangki dikerahkan untuk melayani 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung.
Pertamina juga mempercepat pemindahan pasokan dari Depo Manggis ke Pesanggaran guna mendukung kebutuhan distribusi, terutama di wilayah Bali bagian selatan.
Stok BBM di Depo Manggis dilaporkan sekitar 6,3 juta liter. Sementara itu, dengan tambahan pasokan yang dijadwalkan tiba, stok di Depo Pesanggaran diproyeksikan mencapai sekitar lima juta liter.
Mars Ega menyebut kendala proses sandar kapal pada 11 Oktober lalu sempat memengaruhi kelancaran pasokan BBM. Meski demikian, penambahan stok dan percepatan pengiriman terus dilakukan.
“Kami optimistis mendekati situasi normal,” ujarnya.
Untuk mempercepat distribusi, Koster juga telah berkoordinasi dengan Polda Bali agar armada truk tangki mendapatkan pengawalan dari depo menuju SPBU.
Menurut Koster, pengawalan diperlukan untuk membantu memperlancar pergerakan kendaraan pengangkut BBM sehingga proses pengiriman dan pengisian ulang stok di SPBU dapat berlangsung lebih cepat.
Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina juga terus mengevaluasi efektivitas berbagai langkah penanganan antrean. Salah satu opsi yang sedang diuji coba adalah pelayanan BBM menggunakan wadah berkapasitas tertentu untuk mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU.
Dalam uji coba tersebut, disiapkan wadah berkapasitas empat liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil. Skema ini mulai diuji di tiga SPBU dan akan dievaluasi dari sisi efektivitas serta keselamatan sebelum dipertimbangkan untuk diterapkan lebih luas.
Koster menegaskan, setiap langkah penanganan harus berorientasi pada percepatan pelayanan masyarakat dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban.
Apabila antrean belum berkurang secara signifikan, pemerintah bersama Pertamina akan mengevaluasi kemungkinan langkah tambahan, termasuk pengaturan pembelian BBM. Namun, opsi tersebut masih sebatas pertimbangan dan belum ditetapkan sebagai kebijakan.
Setelah meninjau Depo Pertamina Pesanggaran, Koster bersama jajaran Pertamina Patra Niaga melanjutkan pemantauan ke SPBU di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan.
Di lokasi tersebut, Koster melihat langsung kondisi antrean dan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menyapa warga yang telah menunggu sejak pagi serta memantau uji coba pelayanan menggunakan wadah berkapasitas tertentu.
Koster meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah dan Pertamina mempercepat distribusi BBM.
“Sabar ya, sabar. Stok kita sudah makin banyak,” ujar Koster kepada salah seorang warga.
Tambahan pasokan yang dijadwalkan tiba secara bertahap, peningkatan jumlah armada tangki, serta pengawalan distribusi diharapkan dapat mempercepat pemulihan pelayanan di SPBU.
Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina dan kepolisian terus berkoordinasi untuk memastikan penyaluran BBM berjalan lebih lancar sehingga antrean kendaraan dapat segera berkurang dan kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











