DENPASAR, MEDIAPELANGI.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari energi bersih, kendaraan listrik, dan teknologi digital hingga industri kreatif, pengelolaan lingkungan, serta keamanan pariwisata.
Kunjungan ini berlangsung sehari setelah Pemerintah Republik Korea menyerahkan hibah 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian kendaraan listrik kepada Pemerintah Provinsi Bali melalui kerja sama pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan bahwa Pemprov Bali terus mempercepat penerapan kebijakan energi bersih, termasuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Salah satu peluang yang ingin dikembangkan adalah konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan pihak ketiga. Skema tersebut diharapkan memungkinkan masyarakat beralih ke kendaraan listrik tanpa menanggung tambahan biaya konversi.
“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban bagi pengguna,” ujar Koster.
Ia berharap Korea Selatan dapat mendukung upaya tersebut melalui kerja sama teknologi, investasi, dan penyediaan infrastruktur pendukung, terutama fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Koster mengapresiasi hibah bus listrik dan fasilitas pengisian daya dari Pemerintah Korea Selatan. Menurutnya, dukungan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas transportasi publik berbasis energi bersih di Bali, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain energi bersih, Koster membuka peluang kerja sama dengan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas (smart city) melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
Ia menilai pengalaman Korea Selatan dalam mengembangkan teknologi digital dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perkotaan, pelayanan publik, dan tata kelola pariwisata Bali.
“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” katanya.
Kerja sama teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) Bali agar semakin berdaya saing.
Di bidang budaya dan industri kreatif, Koster menyoroti keberhasilan Korea Selatan dalam mengembangkan industri musik K-pop yang mampu menjangkau pasar internasional. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi seniman dan pelaku industri kreatif Bali untuk memperluas jangkauan karya mereka.
Menurutnya, kolaborasi kedua pihak dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan kreativitas, dan perluasan pasar bagi produk budaya lokal.
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, mengapresiasi komitmen Koster dalam menjaga identitas, tradisi, dan budaya Bali di tengah perkembangan pembangunan dan pariwisata.
Yoon menilai Bali memiliki kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi daya tarik bagi masyarakat Korea Selatan. Ia juga mengapresiasi pendekatan Bali dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, kelestarian alam, dan budaya.
Menurut Yoon, pengalaman Bali dalam pengelolaan lingkungan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam mengembangkan kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa Korea Selatan menargetkan pencapaian netralitas karbon pada 2050. Sejalan dengan target tersebut, Korea Selatan melihat peluang kerja sama dengan Bali dalam pengembangan energi bersih dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Peluang kolaborasi mencakup pengembangan kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur pengisian daya, pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan lingkungan, serta pengembangan transportasi publik.
Yoon juga menawarkan penjajakan kerja sama di bidang pengelolaan sampah, teknologi daur ulang, dan penataan perkotaan. Ia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan Bali.
Dalam pertemuan tersebut, Yoon mengungkapkan rencana Pemerintah Korea Selatan untuk membuka konsulat di Bali. Kehadiran perwakilan konsuler diharapkan dapat memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Korea Selatan yang berada di Pulau Dewata.
Menurut Yoon, Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang dikenal dan diminati masyarakat Korea Selatan. Karena itu, keamanan menjadi aspek penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan dan kepercayaan terhadap Bali sebagai destinasi internasional.
“Dalam pengelolaan pariwisata yang berdaya saing, keamanan juga harus menjadi prioritas. Saya berharap berbagai instansi terkait di Bali terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Yoon.
Koster sebelumnya menegaskan bahwa Pemprov Bali terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Upaya tersebut diarahkan agar wisatawan merasa aman dan nyaman selama berkunjung ke Bali.
Penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak terkait diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pariwisata sekaligus menjaga citra Bali di mata wisatawan mancanegara.
Pertemuan Koster dan Yoon diharapkan menjadi langkah untuk memperluas kemitraan Bali dan Korea Selatan, terutama dalam bidang energi bersih, transportasi listrik, teknologi digital, pengelolaan lingkungan, industri kreatif, dan keamanan pariwisata.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Bali dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan perlindungan identitas budaya lokal.
Pada akhir pertemuan, Koster menyerahkan cendera mata berupa kain tradisional rangrang asal Nusa Penida kepada Yoon Soon-gu dan sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea yang hadir.
Pemberian kain rangrang tersebut sekaligus memperkenalkan salah satu produk kerajinan khas Bali dalam pertemuan diplomatik kedua pihak.[*rls]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











