GIANYAR, MEDIAPELANGI.com – Persembahkan hasil bumi di Pura Manik Corong, warga Desa Pakraman Sumita, Gianyar, memohon kesuburan alam semesta.
Ritual pasca upacara besar ini, dilakukan dengan berjalan kaki sepanjang satu kilometer, dengan menggunakan busana warga warni.
Ribuan warga dari enam Banjar di Desa Pakraman Sumita, Gianyar, ikut dalam tradisi nyenuk yang digelar dengan berjalan kaki dari pura puseh menuju Pura Manik Corong Desa Pakraman setempat.Selasa (3/4/2018).
Tradisi ini untuk mempersembahkan berbagai hasil bumi, jenis buah dan umbi-umbian sebagai wujud partisipasi ikut mendukung upacara besar, Karya Mamungkah Ngenteg Linggih mepedudusan Agung Mendem Pedagingan dan Tawur Balik Sumpah, yang sebebelumnya dilakukan dipura Manik Corong, desa setempat.
Dengan busana warna warni, putih, kuning, hitam dan loreng, tanda kedatangan warga dari segala arah, sesajen disertai buah inipun dihaturkan dipelataran pura setempat, untuk memohon kesuburan bagi alam semesta.
Bendesa Pakraman Sumita Mekel Gede Putra mengatakan, ritual nyenuk untuk ngelemek atau kesuburan seluruh isi alam semesta , setelah digelarnya upacara di pura setempat.Sesajen yang dihaturkan untuk ngelemek seperti buah buahan dari Pura Puseh ke Pura Manik Corong oleh dua ribu warga adat.
Sebelumnya dipura Sad Kahyangan Manik Corong, telah dilakukan renovasi palinggih pura dan pelebaran areal, menyesuaikan dengan warga pengempon pura yang jumlahnya kini terus betambah. (ka-ad).
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











