TABANAN, MEDIAPELANGI.com – Seorang pekerja proyek tewas dibacok dalam insiden berdarah di bedeng PT AKM Banjar Dinas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Minggu (16/11/2025) malam.
Korban, bernama Giarto, tewas bersimbah darah setelah diserang dua rekannya sendiri dalam kondisi mabuk.
Dua pelaku, Moh. Nasihul Amin (29) dan Budi Santoso (48), keduanya asal Lumajang, Jawa Timur, telah diamankan Polsek Selemadeg Timur.
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Dewa Made Pramantara, mengatakan peristiwa tersebut dipicu pesta minuman keras yang digelar para pekerja proyek di bedeng.
Menurut keterangan polisi, sekitar pukul 19.00 WITA, korban bersama para pelaku dan seorang saksi, Ifan, membeli dua botol arak Bali di warung terdekat menggunakan uang urunan. Mereka kemudian kembali ke bedeng untuk minum bersama.
Ifan tidak ikut minum. Dua botol arak habis, dan korban membeli satu botol tambahan. Kondisi korban disebut semakin mabuk dan mulai mengeluarkan kata-kata menantang kepada Nasihul.
Korban kemudian bangkit dan berjalan ke bedeng tempat istirahat. Di sana, ia mengambil sebuah sabit dari dalam tasnya. Nasihul yang melihat kejadian itu langsung melarikan diri sambil memperingatkan rekan-rekannya.
Tak lama kemudian, korban kembali menuju lokasi minum sambil membawa sabit. Budi berusaha menahan korban, namun korban memaksa naik dan langsung membacok Ifan yang sedang duduk bermain ponsel. Bacokan mengenai telapak kaki kanan Ifan.
Melihat korban menyerang, Budi mencoba merebut sabit. Dalam upaya itu, Budi juga terkena bacokan di bagian kepala. Kondisi itu memicu emosi pelaku.
Budi akhirnya berhasil merebut sabit dan membacok korban berkali-kali. Korban tersungkur bersimbah darah.
Saat itu, Nasihul kembali ke lokasi dan melihat korban sudah terkapar. Ia kemudian ikut memukul korban satu kali menggunakan balok kayu sebelum meninggalkan lokasi.
Usai kejadian, Nasihul dan Budi melarikan diri ke arah berbeda. Polisi yang menerima laporan warga segera menuju lokasi, mengamankan TKP, serta mengejar para pelaku hingga keduanya berhasil ditangkap.
Barang bukti berupa sabit, balok kayu, sisa botol arak, dan pakaian berdarah telah disita.
Kapolsek Selemadeg Timur menegaskan bahwa peristiwa itu dipicu konsumsi minuman keras yang membuat korban bertindak agresif.
“Dua pelaku sudah kami amankan dan sedang diperiksa lebih lanjut. Kasus ini murni dipicu pengaruh alkohol,” ujar AKP Pramantara, Kamis (20/11).
Polisi masih melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan saksi tambahan dan autopsi korban.[ka]
Dapatkan Update Terbaru!
Ikuti kami agar tidak ketinggalan info terbaru. GRATIS!!!











